Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Delapan Tahun Dinanti, GPdP Waropen Akhirnya Dibangun dengan Peletakan Batu Pertama oleh Bupati FX Mote

Ismail Ceposonline • Senin, 8 Juni 2026 | 21:12 WIB
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si saat meletakkan batu penjuru pembangunan Gereja GPdP Jemaat Alfa Omega Community Kampung Sanggei, Distrik Urfas, Senin (8/6/2026).
(Ceposonline.com/Ismail)
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si saat meletakkan batu penjuru pembangunan Gereja GPdP Jemaat Alfa Omega Community Kampung Sanggei, Distrik Urfas, Senin (8/6/2026). (Ceposonline.com/Ismail)

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN — Pergumulan panjang selama delapan tahun jemaat Gereja Pentakosta di Papua (GPdP) Jemaat Alfa Omega Community di Kampung Sanggei, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, akhirnya membuahkan hasil. Ditandai dengan peletakan batu penjuru pada Senin (8/6) sore, pembangunan gedung gereja permanen tersebut resmi dimulai.

 

Prosesi sakral ini dilakukan secara kolaboratif oleh Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, Ketua Dewan Adat Sanggei, Kepala Kampung Sanggei, serta Ketua GPdP Provinsi Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh para tokoh agama, tokoh adat, dan puluhan jemaat setempat dengan penuh sukacita.

 

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada pemilik hak ulayat yang telah menghibahkan tanahnya tanpa pamrih demi pembangunan rumah ibadah tersebut. Bagi Mote, kerelaan melepas tanah adat ini adalah bentuk nyata dari iman yang kuat.

 

“Ini adalah bukti iman dan kasih yang luar biasa. Pembangunan gereja ini hendaknya dimaknai sebagai awal dari perjalanan panjang untuk membangun kehidupan rohani dan sosial masyarakat,” ujar Bupati F.X Mote.

 

Lebih lanjut, Mote menegaskan filosofi pembangunan di Kabupaten Waropen yang tidak bisa lepas dari ikatan tiga pilar utama: Pemerintah, Gereja, dan Adat.

 

“Di atas tiga tungku inilah kita membangun Waropen, yaitu pemerintah, gereja, dan adat. Gereja memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, serta mengedepankan kebersamaan," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua GPdP Provinsi Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Sejak dirintis pada tahun 2018 lalu, jemaat yang kini berjumlah 76 jiwa aktif tersebut akhirnya akan memiliki rumah ibadah yang representatif. Merujuk pada firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 127 ayat 1-2, Pdt. Buinei mengingatkan jemaat bahwa seluruh proses ini berjalan murni karena campur tangan Tuhan.

 

“Kurang lebih delapan tahun ini menjadi masa pergumulan bagi jemaat. Namun puji Tuhan, hari ini kita dapat melaksanakan peletakan batu penjuru. Kami menargetkan pembangunan fisik dapat selesai pada November 2026, sehingga Desember 2026 sudah bisa digunakan untuk ibadah,” ungkap Pdt. Buinei optimis.

 

Dukungan penuh juga mengalir dari sisi adat. Kepala Suku Besar Sanggei menyatakan bahwa lokasi pembangunan ini sangat strategis dan telah mendapatkan restu hukum adat maupun administrasi pemerintahan dari tingkat kampung hingga distrik.

 

Pihak adat berharap, kehadiran GPdP Jemaat Alfa Omega Community di Kampung Sanggei tidak akan memicu sekat pembatas, melainkan menjadi wadah baru untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman denominasi gereja yang ada di Waropen. (*).

 

Editor : Agung Trihandono
#Ceposonline.com #FX Mote #Bupati Waropen