Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Ledakan Maut Biak: Mengapa Polisi Belum Berani Pastikan Bom Perang Dunia II Sebagai Penyebabnya?

I
H+8 jumpa Pers usai ledakan dahsyat di Biak yang merenggut 6 nyawa dan 3 orang hilang serta puluhan potongan tubuh yang ditemukan di TKP, Minggu (7/6/2026). (Ceposonline.com/Ismail)
H+8 jumpa Pers usai ledakan dahsyat di Biak yang merenggut 6 nyawa dan 3 orang hilang serta puluhan potongan tubuh yang ditemukan di TKP, Minggu (7/6/2026). (Ceposonline.com/Ismail)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR — Sudah delapan hari berlalu sejak ledakan dahsyat mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Wolter Monginsidi, Distrik Biak Kota pada 31 Mei 2026 lalu. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian tampaknya enggan terburu-buru menarik kesimpulan final.

 Meskipun narasi yang berkembang kuat di masyarakat menyebutkan insiden tersebut dipicu oleh bom peninggalan Perang Dunia II, aparat penegak hukum memilih jalan yang jauh lebih hati-hati dan penuh teka-teki.

Dalam konferensi pers H+8 yang digelar pada Senin (8/6) malam, Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, SIK., MH., menegaskan bahwa kepastian penyebab hancurnya lokasi tersebut masih harus menunggu pembuktian ilmiah dari Jakarta. Narasi ‘Dugaan’ terhadap Bom Peninggalan PDII masih terus dikembangkan. 

Advertisement

Sikap kritis muncul ke permukaan: jika memang benar itu adalah bom peninggalan perang, mengapa pembuktiannya memakan waktu yang cukup lama? Apakah ada temuan atau indikasi lain di lapangan yang membuat penyidik harus ekstra waspada?

Teka-teki ini semakin menarik ketika kami mempertanyakan apakah agenda pemusnahan massal (disposal) sejumlah bom sisa perang yang dijadwalkan besok pagi di Yendidori merupakan bagian dari rekonstruksi atau pembuktian dampak ledakan di TKP. Dengan tegas, Kapolres membantah spekulasi tersebut.

"Untuk yang akan didisposal besok, (hari ini, red) ini berbeda dengan yang di TKP. Jadi, ini penyerahan dan temuan dari tim Jibom serta penyerahan dari masyarakat. Untuk yang di area TKP ledakan, barang-barang yang diduga bom dan sebagainya, ini masih diuji Lab Forensik dan kita menunggu hasilnya," ujar AKBP Ari Trestiawan secara diplomatis.

Advertisement

Langkah ini menunjukkan adanya pemisahan garis penyidikan yang sangat kontras. Sementara bom hasil serahan warga langsung dimusnahkan karena dianggap mengancam, material sisa ledakan maut di Kompleks Perikanan justru diperlakukan sebagai barang bukti krusial yang "paling rahasia".

Saat ini, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) bahkan telah bertolak ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk mengidentifikasi serpihan potongan tubuh dan material ledakan. Selama hasil lab dari Jakarta belum keluar, penyebab pasti ledakan maut ini akan tetap menjadi misteri yang menggantung.

Kehati-hatian polisi juga terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan lokasi kejadian. Hingga hari kedelapan, area Ring 1 masih dikepung oleh garis polisi (police line) secara total.

 Jangankan warga sipil, pemilik rumah yang terdampak pun dilarang keras untuk mendekati pusat ledakan.

Advertisement

Artikel Terkait

Marching Band Pelajar Meriahkan Penutupan Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Lagu Mafafu Romawa Me

Marching Band Pelajar Meriahkan Penutupan Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Lagu Mafafu Romawa Me

Parade marching band dari sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA memeriahkan hari terakhir Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Rabu (21/10).

Dengan Dana Desa Rp15 Juta, Kelompok Ternak dari Biak Utara Ini Berhasil Panen Perdana 200 Ayam

Dengan Dana Desa Rp15 Juta, Kelompok Ternak dari Biak Utara Ini Berhasil Panen Perdana 200 Ayam

Panen perdana 200 ayam broiler (ayam pedaging) dengan menggunakan dana desa sebesar Rp. 15 juta kembali dilakukan di Distrik Biak Utara, Sen

Libur Sekolah Akibat Asap Karhutla, Pemda Biak Masih Tunggu Evaluasi Kualitas Udara

Libur Sekolah Akibat Asap Karhutla, Pemda Biak Masih Tunggu Evaluasi Kualitas Udara

Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Biak Numfor masih belum berjalan normal menyusul dampak kebakaran hutan dan laha

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer