CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Perbedaan potensi geografis dan sumber daya antar-wilayah di Tanah Papua kini tak lagi dipandang sebagai pemisah, melainkan modalitas kekuatan baru.
Dalam Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua, para kepala daerah sepakat mengusung semangat kolaborasi Satu dalam Enam, Enam dalam Satu untuk mengejar ketertinggalan.
Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, menegaskan bahwa forum ini telah melahirkan kesamaan visi untuk mewujudkan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih terjebak dalam kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
"Kita sebagai Tanah Papua adalah satu kesatuan dalam membangun, sehingga satu kue bersama kita itu dapat kita gunakan bersama-sama," ujar Mote di Mimika, Selasa malam 12 Mei 2026.
Waropen, yang kini berusia 18 tahun, masih berjuang melepaskan diri dari label 3T. Masalah utama yang dihadapi adalah konektivitas.
Hingga saat ini, interkoneksi darat maupun laut yang menghubungkan Waropen ke pusat-pusat pertumbuhan seperti Nabire, Mamberamo, Sarmi, hingga Jayapura masih sangat terbatas.
Mote menekankan bahwa tanpa dukungan kolektif dari asosiasi kepala daerah dan pemerintah pusat, kabupaten seperti Waropen akan sulit berkembang secara mandiri.
"Kami mohon dukungan dari asosiasi ini untuk memberikan kepastian tentang kabupaten-kabupaten yang tergolong 3T itu bisa terlepas," ucapnya.
Di tengah upaya pembenahan tata kelola pemerintahan dan ASN, Pemkab Waropen mulai melirik potensi ekonomi lokal.
Sektor perikanan, khususnya komoditas kepiting, kini didorong menjadi ikon daerah yang masuk dalam skema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Selain kekayaan laut dan hutan bakau, Mote menyebut Waropen menyimpan cadangan sumber daya alam strategis berupa emas dan gas.
Potensi ini diharapkan tidak hanya membangun internal Waropen, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi Provinsi Papua secara keseluruhan.
"Waropen memiliki potensi banyak, ada potensi bakau, pertanian, perikanan, juga tambang emas dan gas tersedia untuk kekuatan membangun Provinsi Papua," kata Bupati.
Pembangunan Papua kini bergeser dari ego sektoral menuju penguatan konektivitas dan kolaborasi antar-wilayah.
Fokus utama ke depan adalah memastikan daerah 3T seperti Waropen mendapatkan intervensi khusus dalam hal infrastruktur jalan dan optimalisasi komoditas unggulan agar mampu berkontribusi bagi ekonomi skala besar di Tanah Papua.
Editor : Lucky Ireeuw