Mama-Mama Pengrajin Pesisir Curhat ke Nancy Raweyai soal Sulitnya Pasar Kerajinan

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Suara mama-mama pengrajin dari Kampung Moor, Distrik Moora, Kabupaten Nabire, akhirnya sampai ke telinga Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan Selasa (12/5/2026), warga pesisir menyampaikan keluhan tentang sulitnya memasarkan hasil kerajinan tangan karena belum memiliki sanggar maupun tempat penjualan yang layak di kota.
Meski bukan berasal dari daerah pemilihan (dapil) Nabire, Nancy tetap turun langsung menemui masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kondisi warga di wilayah pesisir Papua Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Nancy menerima berbagai keluhan masyarakat, mulai dari persoalan listrik, dermaga yang terbengkalai, fasilitas air bersih, layanan kesehatan hingga pendidikan.
“Hari ini saya ke pesisir untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Tadi masyarakat dan kepala kampung menyampaikan soal listrik, dermaga yang terbengkalai, air bersih, kesehatan dan pendidikan. Ini penting untuk kita ketahui secara langsung agar nantinya bisa menjadi masukan bagi program-program pemerintah melalui dinas terkait supaya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur dasar, Nancy juga mendengar curahan hati mama-mama pengrajin yang mengaku kesulitan memasarkan hasil kerajinan mereka.
Salah satu perwakilan mama-mama Kampung Moor, Mama Yuli Manuaron, mengatakan para perempuan di kampung memiliki kemampuan menganyam berbagai kerajinan khas Papua, namun terkendala tempat pemasaran.
“Ibu-ibu di kampung ini pintar menganyam piring dan noken. Cuma sayangnya kami tidak punya sanggar atau tempat jualan di kota. Jadi ibu-ibu hanya simpan saja hasil kerajinan mereka. Kalau ada pesanan atau kegiatan baru mereka bawa untuk dijual, tapi kalau tidak ada, akhirnya hanya disimpan,” katanya.
Menurut Mama Yuli, mama-mama di Kampung Moor sebenarnya memiliki keterampilan membuat berbagai kerajinan tangan, namun belum mendapat dukungan tempat usaha yang memadai.
“Ibu-ibu di kampung ini pintar untuk menganyam dan membuat banyak kerajinan. Cuma kami belum punya sanggar atau tempat untuk berjuang menjual hasil karya kami,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Nancy mengatakan pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya mama-mama pengrajin.



