Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polemik Penilaian Juri, MPR RI Putuskan Gelar Ulang Final Lomba Cerdas Cermat di Kalbar, Libatkan Juri Independen

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memutuskan menggelar ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat menyusul polemik penilaian dewan juri yang dinilai tidak adil terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, usai pihaknya menerima berbagai masukan dan kritik dari masyarakat terkait jalannya perlombaan.

“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu. Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu, mengambil keputusan beberapa hal,” ujar Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Advertisement

Muzani menjelaskan, keputusan pertama yang diambil adalah menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat dalam waktu dekat.

“Satu, Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final, akan kita lakukan ulang. Pada waktu yang akan segera diputuskan secepat-cepatnya,”ujarnya.

Tak hanya itu, MPR RI juga memastikan proses penilaian pada pelaksanaan ulang nanti akan melibatkan juri independen guna menjamin objektivitas dan transparansi perlombaan.

Advertisement

“Yang kedua, juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,”jelasnya.

Selain menghadirkan juri independen, pimpinan MPR RI disebut akan mengawasi langsung jalannya perlombaan ulang tersebut agar prosesnya berjalan lebih baik dan profesional.

MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada peserta maupun masyarakat yang telah menyampaikan kritik dan protes terhadap hasil lomba. 

Menurut Muzani, penyampaian pendapat tersebut merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat.

Advertisement

Artikel Terkait

Uncen Ingin Lahirkan Talenta Sains Papua, Lomba Fisika Diperluas Tahun 2027

Uncen Ingin Lahirkan Talenta Sains Papua, Lomba Fisika Diperluas Tahun 2027

Sebanyak 38 tim dari 22 sekolah di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom beradu kemampuan dalam Lomba Cerdas Cermat Fisika

Belajar dari Kasus Korupsi Klaten, Cermin Praktik Kotor Kepala Daerah hingga Aparat BPK

Belajar dari Kasus Korupsi Klaten, Cermin Praktik Kotor Kepala Daerah hingga Aparat BPK

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Klaten dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK

1.051 Manajer Kopdes Merah Putih Mengundurkan Diri, Ada Apa dengan Penempatan Mereka?

1.051 Manajer Kopdes Merah Putih Mengundurkan Diri, Ada Apa dengan Penempatan Mereka?

Sebanyak 1.051 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) atau KDKMP dilaporkan mengundurkan diri dari penugasan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer