Matangkan Persiapan Pelaku GIDI Wilayah Toli, Bupati Tolikara Willem Wandik Ajak Umat Perkuat Kesatuan Dalam Doa

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 15:48 WIB
Bupati Tolikara Willem Wandik meninjau kesiapan lokasi  pelaku GIDI wilayah Toli di Kuari Jumat  (17/7/2026). ( Diskomdigi Tolikara/Ceposonline.com)
Bupati Tolikara Willem Wandik meninjau kesiapan lokasi  pelaku GIDI wilayah Toli di Kuari Jumat  (17/7/2026). ( Diskomdigi Tolikara/Ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Gereja Injili Di Indonesia atau GIDI Wilayah Toli terus memperkuat sinergi dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Pelaku GIDI Wilayah Toli yang dijadwalkan berlangsung di Aula Klasis Kuari, pertengahan tahun 2026.

Bupati Tolikara Willem Wandik, S. Sos bersama Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik,S.Th meninjau langsung kesiapan lokasi sekaligus mengingatkan bahwa setiap pelayanan besar membutuhkan persiapan yang matang—namun yang paling utama adalah kesiapan hati dan kekuatan doa.


Persiapan sebuah kegiatan besar tidak hanya berbicara tentang tempat dan perlengkapan.
Di balik setiap pelayanan, ada kerja bersama, ada tanggung jawab, dan ada doa yang menjadi kekuatan.
Untuk memastikan seluruh persiapan berjalan baik, Bupati Tolikara Willem Wandik, didampingi Ketua GIDI Wilayah Toli Pdt. Yeremias Wandik, meninjau langsung Aula Klasis Kuari, Jumat, 17 Juli 2026.

Aula ini direncanakan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Pelaku GIDI Wilayah Toli yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

Dari hasil peninjauan, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu segera dilengkapi.
Mulai dari kursi dan meja, ketersediaan air bersih, terpal, perlengkapan tidur, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara dan GIDI Wilayah Toli, seluruh kebutuhan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta.

Namun, lebih dari sekadar menyiapkan sebuah tempat persiapan ini juga menjadi gambaran tentang pentingnya kebersamaan.
Pemerintah, gereja, para pelayan Tuhan, dan seluruh umat dipanggil untuk mengambil bagian dalam satu tujuan: membangun kehidupan masyarakat yang semakin kuat dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.

Usai meninjau Aula Klasis Kuari, Bupati Willem Wandik bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Bukit Doa Smirna.
Lokasi yang berada tidak jauh dari Kantor Klasis Kuari ini menjadi tempat bagi para pendeta, pelayan Tuhan, dan kader GIDI Klasis Kuari untuk berkumpul dalam doa dan puasa.


Di tempat inilah, Pdt. Lingge Wanimbo bersama para pendeta, pelayan Tuhan, dan kader GIDI Klasis Kuari terus menjaga kehidupan doa.
Mereka datang bukan untuk mencari pujian.
Mereka datang untuk merendahkan diri, berdoa, dan berpuasa.
Sebab bagi umat percaya, doa bukan sekadar kata-kata.
Doa adalah kekuatan.
Doa adalah pengharapan.
Dan doa menjadi jalan untuk menyerahkan seluruh pergumulan, pelayanan, serta masa depan umat ke dalam tangan Tuhan.


Bupati Tolikara Willem Wandik memberikan penghargaan tinggi kepada para pendeta dan seluruh pelayan Tuhan yang dengan setia menjaga kehidupan doa dan puasa di Bukit Doa Smirna.


Ia berharap, kehidupan doa dan puasa tidak berhenti, tetapi terus ditingkatkan dan menjadi bagian dari kehidupan umat serta para pelayan Tuhan.


Bupati meyakini, ketika umat bersatu dalam doa, menjaga kasih, dan hidup dalam ketulusan melayani, Tuhan akan membuka jalan dan memberkati umat-Nya.
Sebab pembangunan sebuah daerah tidak hanya membutuhkan jalan, gedung, dan berbagai fasilitas.
Pembangunan juga membutuhkan manusia yang memiliki hati yang takut akan Tuhan, hidup dalam kasih, dan mampu menjaga persatuan. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Willem wandik tolikara