CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Situasi sepak bola dunia tengah diguncang kabar mengejutkan per Maret 2026. Pengunduran diri Iran dari putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini menjadi isu krusial.
FIFA harus segera menentukan tim mana yang berhak mengisi kekosongan tersebut. Berdasarkan regulasi dan analisis terkini, terdapat beberapa skenario yang mungkin diambil oleh federasi sepak bola dunia.
Secara prestasi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (AFC), Irak menempati peringkat tertinggi di bawah tim-tim yang sudah memastikan diri lolos langsung.
Jika Irak ditunjuk mengisi slot Iran, maka posisi mereka di babak play-off antarbenua melawan pemenang Bolivia vs Suriname akan kosong dan harus diisi oleh tim lain. Uni Emirat Arab (UEA) menjadi nama berikutnya yang masuk dalam radar.
Jika Irak naik kelas menggantikan Iran, UEA yang berada di jalur kualifikasi berikutnya kemungkinan besar akan mengambil alih posisi Irak untuk bertanding di babak play-off antarbenua.
Langkah ini sesuai dengan tradisi regulasi FIFA yang biasanya memprioritaskan tim dari konfederasi yang sama (AFC) guna menjaga keseimbangan jatah per benua.
Selain berdasarkan jalur kualifikasi, FIFA juga memiliki opsi untuk menggunakan peringkat dunia guna menjaga kualitas turnamen. Nama Italia sempat mencuat karena memiliki peringkat FIFA yang tinggi.
Namun, opsi ini dianggap sulit secara politik karena slot tersebut secara tradisional adalah milik zona Asia. FIFA juga memiliki kewenangan penuh sesuai Pasal 6 Regulasi Piala Dunia 2026 untuk tidak mencari pengganti sama sekali jika waktu sudah terlalu mepet.
Mengapa Italia, yang digadang-gadang menjadi calon pengganti Iran. Masuknya Italia, merupakan diskresi dari FIFA, sesuai dengan handbook Piala Dunia 2026. Dalam bagian I Artikel 2, Pasal 6, dijelaskan mekanisme dalam proses penarikan diri tim dari Piala Dunia 2026 serta pencarian penggantinya.
Sebab, ada bunyi yang menyebutkan jika pemilihan pengganti Irak bisa ditentukan lewat aspek sporting merit, yang termasuk pada peringkat FIFA. Namun, pemilihan Italia bisa memancing perdebatan karena zonanya berbeda, dan akan mengambil jatah dari AFC.
"Ada juga rumor, jika FIFA membuat keputusan akhir, mungkin akan mendorong tim dengan peringkat FIFA tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia," ujar Meulensteen asisten pelatih Irak mengutip talkSPORT. (*)
Editor : Weny Firmansyah