Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kritik Pemerintah, Anies Baswedan: Berhentilah Memberi Obat Tidur kepada Publik!

W
Anies Baswedan menilai Indonesia sedang tidak baik-baik saja, meminta pemerintah untuk stop beri obat tidur ke publik. (ANTARA)
Anies Baswedan menilai Indonesia sedang tidak baik-baik saja, meminta pemerintah untuk stop beri obat tidur ke publik. (ANTARA)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang bergejolak mendapat perhatian serius dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anies menilai Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata yang transparan.

Menurutnya, saat ini masyarakat dan pasar tidak membutuhkan ketenangan semu, melainkan kepastian hukum dan arah kebijakan yang jelas untuk menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik.

Rupiah Merosot, Harga Kebutuhan Pokok Naik

Advertisement

Melalui Instagram pribadinya, Anies secara blak-blakan menyoroti penurunan daya beli masyarakat yang kian terasa. Ia menyebutkan bahwa kombinasi antara melemahnya nilai tukar rupiah dan lonjakan harga barang menjadi beban berat yang harus dipikul langsung oleh warga.

Situasi ini kian rumit karena terjadi di tengah menyempitnya lapangan pekerjaan dan menipisnya tabungan masyarakat.


"Teman-teman semua izinkan saya berbagi pandangan. Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini. Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja. Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," ujar Anies dikutip JawaPos.com, Rabu (20/5/2026).

Advertisement

Selain masalah internal, tantangan eksternal seperti memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta ancaman krisis iklim global juga diprediksi akan memperparah keadaan dalam waktu dekat.

"Tantangan di depan juga masih panjang. Geopolitik yang memanas, konflik membayangi di Timur Tengah, dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan itu sudah ada depan mata. Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan maka beratnya berlipat," lanjutnya.

Kritik Kebijakan Plin-plan dan Komentar Pejabat yang Anggap Enteng

Mantan Calon Presiden ini juga mengkritik keras respons jajaran pembuat kebijakan dalam menghadapi situasi darurat ekonomi. Menurutnya, pemerintah cenderung menutup-nutupi fakta lapangan dengan hanya memunculkan data yang bagus ke permukaan, sementara regulasi yang dihasilkan justru sering berubah-ubah hingga membingungkan investor.

Advertisement

Artikel Terkait

Bela Dino Patti Djalal Cuma 3 Bulan Jadi Menlu, Anies: Dia Bukan Pejabat Karbitan

Bela Dino Patti Djalal Cuma 3 Bulan Jadi Menlu, Anies: Dia Bukan Pejabat Karbitan

Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan membela diplomat senior Dino Patti Djalal setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyinggung masa jabatan Dino yang hanya sekitar tiga bulan sebagai wakil menteri lu

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer