Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati 8 Pendulang Emas di Korowai

K
Penulis: Karolus Daot❯
Ilustrasi Penembakan.
Ilustrasi Penembakan.

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Wilayah XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati delapan orang pendulang emas ilegal di wilayah Korowai, dan Yahukimo.

 

Klaim tersebut disampaikan Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulis yang diterima Ceposonline.com, Rabu (20/5/2026).

Advertisement

 

Seby menyebut bahwa aksi tersebut dipimpin oleh Mayor Kopi Tua Heluka sebagai bentuk balasan atas tewasnya dua anggota TPNPB dalam operasi aparat keamanan di Yahukimo pada pekan lalu.

 

Advertisement

Selain itu operasi ini juga dilakukan bersama pasukan TPNPB Batalyon Yamue di bawah pimpinan Kumis Passe serta Mayor Dejang Heluka yang berlangsung sejak 17 hingga 20 Mei 2026 di wilayah Yahukimo.

 

"Operasi pembersihan ini merupakan pembalasan atas pasukan kami yang telah gugur minggu lalu," tegas Sebby Sambom.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang pria berinisial NB yang diduga merupak

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Sopir Lajuran Ditembak KKB, Video Dukung OPM Beredar

Seorang sopir bernama Aris Sanda dilaporkan tewas setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OP

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer