CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang tahun ini, terutama terkait penurunan debit air di sejumlah wilayah.
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei mendatang dan berpotensi berlangsung dalam durasi yang lebih lama dibanding biasanya.
“Dampak yang perlu diantisipasi adalah menurunnya debit air, terutama pada ketersediaan air bersih yang akan sangat terbatas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Cenderawasih Pos, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan Papua dalam status siaga kebencanaan selama periode kemarau.
BPBD pun mengimbau pemerintah kabupaten/kota serta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Selain potensi kekeringan, BPBD juga mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cenderung meningkat saat musim kemarau.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan bencana, termasuk pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
“Masyarakat diimbau lebih memperhatikan kondisi lingkungan, baik di tempat umum maupun di sekitar tempat tinggal”
“Kebakaran pada musim kemarau kerap dipicu oleh aktivitas sederhana seperti pembakaran sampah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah lereng dan perbukitan, karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.
Selain itu, peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana guna meminimalisir risiko serta dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau berlangsung. (*)
Editor : Elfira Halifa