
CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak meminta maaf kepada Paus Leo XIV setelah melontarkan kritik terbuka terhadap pemimpin 1,3 miliar umat Katolik tersebut.
Polemik ini muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan terkait konflik Iran. Dilansir dari Anadolu Agency, Trump menyampaikan kritiknya melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.
Ia menilai Paus memiliki rekam jejak yang lemah dalam menangani kejahatan serta kebijakan luar negeri. Saat ditanya apakah ia akan meminta maaf, Trump dengan tegas menolak. “Tidak, saya tidak, karena Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah,” ujar Trump kepada wartawan.
Ia juga menyinggung sikap Paus yang menentang kebijakannya terhadap Iran, khususnya terkait isu nuklir. “Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya,” kata Trump.
Trump bahkan menyebut Paus sebagai sosok yang “lemah” dalam menangani isu kejahatan dan berbagai persoalan global lainnya. Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma (Gusma), menyampaikan pandangannya terkait pernyataan Donald Trump yang menyebut Paus Leo XIV lemah dalam menghadapi kriminalitas dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
“Paus Leo XIV justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia modern. Dalam menghadapi kriminalitas, beliau tidak memilih pendekatan instan berupa hukuman semata, melainkan menyoroti akar persoalan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, dan budaya kekerasan. Ini adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada solusi jangka panjang,” ujar Gusma lewat keterangannya, Senin (13/4). (*)



