Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Presiden Prabowo: Papua Harus Ditanam Kelapa Sawit untuk Hasilkan BBM

Gratianus Silas • 2025-12-17 14:54:31
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming (kanan) membahas percepatan pembangunan Papua di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming (kanan) membahas percepatan pembangunan Papua di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

CEPOSONLINE.COM – Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa Papua harus ditanam kelapa sawit.

Hal ini disampaikan Presiden dalam arahannya kepada Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua dan kepala daerah se-Papua di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

Lantas apa tujuan Presiden Prabowo ingin menanam kelapa sawit di Papua?

Menurutnya, Papua harus ditanam kelapa sawit agar bisa hasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita berharap di Papua pun harus ditanam kelapa sawit.”

“Supaya, bisa hasilkan BBM dari kelapa sawit,” ujar Prabowo.

Dalam konteks swasembada energi yang disampaikan pada kesempatan itu, selain kelapa sawit, adapula tebu dan singkong (kasava) yang bisa menghasilkan etanol.

“Kita rencanakan dalam lima tahun, semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri, swasembada pangan dan energi.”

Dengan menghasilkan BBM sendiri, maka Indonesia dinilai akan menghemat ratusan triliun yang dialokasikan untuk impor BBM dari luar negeri.

“Kita akan hemat ratusan triliun untuk subsidi, (hemat) ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri.”

“Karena tiap tahun kita keluarkan ratusan triliun untuk impor BBM.”

“Kalau kita bisa tanam kelapa sawit, singkong, tebu, pakai tenaga surya dan air, bayangkan berapa ratus triliun yang bisa kita hemat tiap tahun,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden menyebutkan, ia mendapat laporan dari Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) bahwa nilai impor BBM Indonesia dari luar negeri sebesar Rp 520 triliun.

“Bayangkan kalau kita bisa potong setengahnya, berarti ada Rp 250 triliun. Apalagi kalau kita bisa potong sampai Rp 500 triliun.”

“Itu artinya setiap kabupaten, kemungkinan bisa punya Rp 1 triliun.”

“Itu bisa kita lakukan. Potensinya ada, rencananya ada, kita akan buktikan bahwa kita menuju ke situ.”

“Tidak bisa seketika, tapi kita sudah mulai ke arah situ,” tambahnya.

Presiden Prabowo juga menyebutkan bahwa mulai 2026, Indonesia akan setop impor solar dari luar negeri.

“Mulai tahun depan, Menteri ESDM laporkan ke saya, kita tidak akan impor solar dari luar negeri.”

“Kita harapkan, dalam 4 tahun, kita bisa untuk tidak impor bensin juga dari luar,” pungkasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#papua #Ceposonline.com #Prabowo Subianto