Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hilangnya Nilai Kemanusiaan di tengah kebijakan efisiensi

L
Foto ISTIMEWA
Foto ISTIMEWA


Advertisement

Oleh : Benhur Tommy Mano *

Setiap hari, melalui layar ponsel, kita disuguhi berita pemangkasan yang terjadi di berbagai lini. efisiensi menjadi kata kunci dalam setiap kebijakan, pemerintah dituntut untuk cermat mengelola anggaran, waktu, dan sumber daya. Namun, efisiensi tidak boleh dimaknai sempit sebagai sekadar penghematan, melainkan harus tetap berpijak pada keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.

Saat kampanye pemilu rakyat selalu disuguhi kalimat-kalimat surga: APBD Pro rakyat, membangun dari panggiran,Pemerintah adalah pelayan rakyat hingga Suara rakyat suara partai dan seterusnya namun kini fakta itu berbalik arah,rakyat dituntut terus berpuasa walau ramadhan telah usai.

Advertisement

Kebijakan efisiensi yang tidak tepat sasaran berpotensi melahirkan dampak sosial yang serius. Pemutusan hubungan kerja terhadap staf-staf pemerintah khususnya pada level paling bawah, bukan hanya persoalan administrasi melainkan realitas yang menambah angka pengangguran dan memperberat beban kehidupan masyarakat.

Di saat rakyat sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, negara seharusnya hadir sebagai pelindung dan penguat, bukan justru menambah beban baru. Pemerintah hadir untuk menciptakan lapangan kerja, membuka peluang, dan memastikan setiap warga memiliki harapan untuk hidup layak.

Efisiensi yang kehilangan nilai kemanusiaan hanya akan melahirkan kebijakan yang kering dan menjauh dari rasa keadilan. Sebaliknya, efisiensi yang berlandaskan kemanusiaan akan melahirkan kebijakan yang bijak, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat.

Advertisement

Karena itu, perlu diingat:
jangan sampai atas nama efisiensi, justru menciptakan penderitaan yang panjang.
Efisiensi sejati bukan tentang memangkas tanpa arah, melainkan tentang menata dengan hati
agar setiap kebijakan tetap menjaga martabat manusia dan masa depan bangsa. (*)

* * Penulis adalah Tokoh Intelektual Papua, Mantan Walikota Jayapura dua periode

Advertisement

Artikel Terkait

​Realisasi APBD Mimika Minim: Fisik 54 Persen, Keuangan Baru 50,11 Persen

​Realisasi APBD Mimika Minim: Fisik 54 Persen, Keuangan Baru 50,11 Persen

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika per pertengahan bulan ini mencatatkan realisasi fisik sebesar 54% d

Ada 8 Raperda Non APBD Ditetapkan DPRD Hari Ini. Apa Saja? 

Ada 8 Raperda Non APBD Ditetapkan DPRD Hari Ini. Apa Saja? 

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Jayapura resmi menetapkan 8 (delapan) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non APBD Kota Jayapura Tahun

​Kejar Target APBD Perubahan, Rustan Saru Minta OPD Tak Menunda Pekerjaan

​Kejar Target APBD Perubahan, Rustan Saru Minta OPD Tak Menunda Pekerjaan

Tenggat waktu kerja pemerintah daerah dalam menyerap anggaran APBD Perubahan (APBD-P) kini berada di pelupuk mata. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer