CEPOSONLINE.COM, BIAK — Empat kabupaten di wilayah Saireri Papua mendorong satu lagi pemekaran provinsi di Papua.
Bahkan, empat kabupaten di antaranya Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen, telah mendeklarasikan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua yang diberi nama Provinsi Kepulauan Papua Utara.
Deklarasi ini dilakukan di hadapan masyarakat di Lapangan Cenderawasih Biak Numfor pada Kamis malam, 17 Juli 2025.
Perihal tersebut, Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, secara khusus memberikan apresiasi kepada Yan Mandenas.
Menurut Heronimus, Anggota DPR RI Dapil Papua itu telah memperjuangkan aspirasi masyarakat perihal pembentukan Provinsi Kepulauan Papua Utara.
Bahkan aspirasi tersebut diperjuangkan bahkan sampai ke tangan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Kami dari empat kabupaten sepakat untuk tumbuh dan berkembang di atas kaki sendiri di wilayah adat Saireri.”
“Kami mengusulkan Biak Numfor sebagai ibu kota provinsi karena menjadi pusat peradaban di Papua,” jelas Mansoben.
Hadirnya provinsi baru dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur, termasuk peningkatan status Bandara Biak menjadi bandara internasional.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saireri, Markus Mansnembra, menyatakan hak kesulungan wilayah Adat Saireri harus berdiri sendiri di atas tanah adatnya sendiri, dan merdeka dalam konteks provinsi sendiri dalam bingkai NKRI.
"Kami berharap dengan momentum 17 Juli 2025 ini, dengan sebuah deklarasi yang sudah kita lakukan, maka kita telah menemukan jati diri kita," tegas pria yang juga menjabat Bupati Biak Numfor itu.
Markus berharap, aspirasi pembentukan DOB Provinsi Kepulauan Papua Utara ini didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI di Jakarta.
"Orang Saireri tidak minta yang lain, kami minta DOB,” kata Markus.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, turut menyuarakan optimisme bahwa deklarasi ini akan direspons positif oleh pemerintah pusat.
“Deklarasi hari ini adalah langkah awal menuju keberhasilan pembentukan Provinsi Kepulauan Papua Utara.”
“Ini adalah aspirasi nyata masyarakat dan tokoh adat dari wilayah Saireri,” ungkapnya.
Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, mewakili Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote, menyatakan rasa syukurnya atas deklarasi tersebut.
“Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”
“DOB yang sudah lama dirindukan oleh masyarakat Papua Utara hari ini akhirnya dideklarasikan.”
“Kami sangat merespons baik pemekaran Provinsi Kepulauan Papua Utara,” ujar Yowel Boari.
Kata Boari, pihaknya berharap ibu kota provinsi baru nantinya dapat ditetapkan di Waropen.
Ini mengacu pada pertimbangan aksesibilitas wilayah, luas lahan, serta potensi sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, dan sektor pertanian.
“Wilayah kami cukup strategis, berbatasan langsung dengan Mamberamo dan Nabire di Papua Tengah, dan memiliki potensi besar untuk menopang provinsi baru,” tambahnya. (*)
Editor : Gratianus Silas