Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Dogiyai Desak Pengungkapan Kasus Penganiayaan Polisi dan Penembakan Masyarakat Sipil

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Wakil Ketua I DPR Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Wakil Ketua I DPR Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

Advertisement

 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai mendesak pengungkapan secara tuntas kasus penganiayaan terhadap anggota kepolisian serta insiden penembakan yang menimpa masyarakat sipil di wilayah tersebut. Semua pihak, baik aparat keamanan maupun masyarakat, diminta menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Penganiayaan terhadap anggota polisi, Yuventus Edowai, hingga meninggal dunia terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026. Insiden tersebut kemudian memicu konflik lanjutan yang berujung pada jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.

Advertisement

Tercatat, hingga 1 April 2026, sebanyak enam masyarakat sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan dalam konflik antara masyarakat dan aparat keamanan di Dogiyai.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye, menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian peristiwa kekerasan tersebut. Ia menegaskan pentingnya penanganan kasus secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Peristiwa ini sangat kami sesalkan. Kami minta penanganannya dilakukan secara serius, profesional, dan transparan agar keadilan benar-benar dirasakan semua pihak,” ujar Wakil Ketua I DPR Dogiyai kepada media ini via seluler, Rabu, (1/4/2026).

Advertisement

Menurutnya, Pemerintah Daerah bersama DPR, aparat keamanan dan organisasi masyarakat perlu segera membentuk tim investigasi yang independen dan kredibel untuk mengungkap pelaku penganiayaan terhadap anggota polisi.

“Kami bersama pemerintah dan aparat bersama masyarakat akan segera membentuk tim investigasi yang independen untuk mengungkap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Vitalis juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.
“Penegakan hukum harus objektif dan tidak tebang pilih, sehingga memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia turut mengimbau masyarakat Kabupaten Dogiyai agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” katanya.

Selain itu, ia menekankan agar penanganan kasus dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis guna mencegah potensi konflik sosial yang lebih besar.

Advertisement

Artikel Terkait

32 Ribu Bikers Honda Ramaikan HBD 2026, Donasi Rp50 Juta untuk Masyarakat

32 Ribu Bikers Honda Ramaikan HBD 2026, Donasi Rp50 Juta untuk Masyarakat

Honda Bikers Day (HBD) 2026 menjadi ajang mempererat persaudaraan ribuan komunitas sepeda motor Honda dari berbagai daerah di Indonesia.

Polresta Jayapura Kota Ringkus Tiga Terduga Bandar Togel di Pasar Mama-Mama Papua

Polresta Jayapura Kota Ringkus Tiga Terduga Bandar Togel di Pasar Mama-Mama Papua

Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota menangkap tiga orang terduga bandar judi togel yang beroperasi di Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayap

Diduga Dua Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan Satgas Habema di Nduga

Diduga Dua Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan Satgas Habema di Nduga

Dua orang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Ndugama-Nderakma meninggal dunia dalam kontak tembak dengan personel Satga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer