CEPOSONLINE.COM — NABIRE – Papua Tengah untuk pertama kalinya akan ambil bagian dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 20 Juni 2026.
Keikutsertaan perdana ini menjadi momentum penting bagi provinsi termuda di Tanah Papua untuk menunjukkan eksistensinya di tingkat nasional, sekaligus membawa semangat persaudaraan dan pelayanan.
Sekitar 300 orang yang terdiri dari peserta, ofisial, dan tim pendamping akan mewakili Papua Tengah dalam 12 kategori lomba yang dipertandingkan pada ajang tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Tengah yang juga Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, mengatakan keikutsertaan dalam Pesparawi Nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah yang diberikan pemerintah daerah kepada panitia dan seluruh kontingen.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami sebagai provinsi yang baru. Kebetulan saya ditunjuk oleh Bapak Gubernur untuk mengemban amanah sebagai ketua panitia. Kami sudah melakukan persiapan cukup lama, mulai dari pembentukan kepengurusan, perencanaan hingga berbagai kebutuhan teknis peserta. Puji Tuhan, hari ini kontingen Papua Tengah telah resmi dilepas dan siap mengikuti Pesparawi Nasional,” ujar Sumule saat diwawancarai di Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan secara matang agar seluruh peserta dapat fokus menampilkan kemampuan terbaik mereka selama perlombaan. Panitia juga telah menyusun skema keberangkatan dan pendampingan peserta dari sejumlah daerah di Papua Tengah.
Kontingen akan diberangkatkan melalui jalur udara dan laut. Peserta berasal dari sejumlah kabupaten, termasuk Nabire, Mimika, dan Puncak. Sebagian peserta bahkan telah lebih dulu bergerak menuju Manokwari.
“Kami akan bergerak melalui dua jalur, yaitu udara dan laut. Sebagian peserta sudah mulai berangkat. Pembukaan Pesparawi Nasional berlangsung pada 20 Juni dan kami menargetkan seluruh kontingen sudah berada di Manokwari sebelum kegiatan dimulai,” katanya.
Sumule menjelaskan, hingga menjelang keberangkatan, panitia masih terus mematangkan berbagai aspek teknis, mulai dari data peserta, jadwal perjalanan, tempat penginapan hingga tim pendamping yang akan mendampingi selama kegiatan berlangsung.
“Hari ini kami kembali merapikan seluruh persiapan, mulai dari peserta, jadwal keberangkatan dan kepulangan, tempat tinggal selama di Manokwari, hingga siapa saja yang akan mendampingi mereka. Prinsipnya, peserta harus fokus bertanding, sementara urusan teknis menjadi tanggung jawab panitia pendamping,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan kontingen pada ajang nasional tersebut. Menurutnya, dukungan itu tidak hanya berupa fasilitas dan sekretariat, tetapi juga pembiayaan yang memungkinkan seluruh proses persiapan berjalan dengan baik.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan dukungan penuh. Dukungan itu bukan hanya fasilitas, tetapi juga pembiayaan kegiatan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para bupati dan sekretaris daerah di Nabire, Mimika, dan Puncak yang telah membantu kami selama proses persiapan,” kata Sumule.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keikutsertaan Papua Tengah dalam Pesparawi Nasional tidak semata-mata untuk mengejar prestasi. Menurutnya, nilai utama yang harus dibawa oleh seluruh peserta adalah semangat pelayanan, persaudaraan, dan kemuliaan nama Tuhan.
Pesan tersebut, kata Sumule, juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Tengah saat melepas kontingen.
“Boleh bertanding dan berusaha meraih prestasi, tetapi yang paling utama adalah kemuliaan nama Tuhan. Ada persahabatan yang dibangun, ada rasa persaudaraan yang dipererat dengan umat Kristiani dari seluruh Indonesia. Mendapat juara tentu baik, tetapi itu bukan tujuan yang paling utama,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pesparawi Nasional juga menjadi kesempatan bagi Papua Tengah untuk memperkenalkan diri sebagai daerah otonom baru yang siap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Tengah sudah ada dan siap terlibat dalam kegiatan-kegiatan nasional seperti ini. Walaupun kami provinsi baru, tetapi kami memiliki semangat yang besar untuk ikut berpartisipasi dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Selain mengikuti kompetisi, Papua Tengah juga berharap momentum Pesparawi Nasional dapat menjadi pemicu penguatan pembinaan seni dan pelayanan gerejawi di daerah.
“ Saat ini, pembentukan dan penguatan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) terus didorong hingga ke tingkat kabupaten agar pembinaan dapat berjalan secara berjenjang dari tingkat lokal hingga nasional,” lugas Sekda Sumule.
Dengan persiapan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan, Papua Tengah optimistis dapat tampil maksimal di Pesparawi Nasional XIII.
“ Namun lebih dari itu, Kami kontingen membawa harapan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat pelayanan, dan menghadirkan kesaksian iman di tengah keberagaman umat Kristiani dari seluruh Indonesia,” pungkas Sumule. (*)
Editor : Agung Trihandono