Mama-mama Jadi Korban Ledakan di Intan Jaya, Gereja Katolik Serukan Perlindungan Masyarakat Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Insiden yang diduga akibat ledakan bom granat atau roket di sekitar Kampung Danggoa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (18/6/2026), kembali menyoroti keselamatan masyarakat sipil di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah Intan Jaya.
Dua mama Papua, yakni Mama Aliana Pogau dan Mama Ottopina Wayau, menjadi korban dalam peristiwa tersebut dan saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Sugapa.
Kedua korban dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda, mulai dari luka ringan hingga luka berat. Setelah kejadian, pihak Gereja, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, bersama masyarakat setempat bergerak cepat mengevakuasi kedua korban dari lokasi kejadian menuju RSUD Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan.
Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Gereja Katolik Intan Jaya yang menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.
Pimpinan Gereja Katolik Intan Jaya sekaligus Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya, Keuskupan Timika, Pastor Yance Yogi, Pr, dalam durasi video 7 menit 13 detik yang diterima media ini mengatakan insiden tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik agar mengedepankan keselamatan masyarakat sipil.
“Kami dari pimpinan Gereja Katolik Dekenat Moni Puncak Jaya mengingatkan semua pihak, terutama TNI/Polri maupun TPNPB, agar tidak mengorbankan masyarakat sipil.
Kejadian yang terjadi di Danggoa sangat memprihatinkan karena yang menjadi korban adalah mama-mama yang tidak terlibat dalam konflik,” ujar Pastor Yance.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, Mama Aliana Pogau saat itu baru saja pulang dari kebun dan sedang membersihkan hasil kebun yang dibawanya ketika insiden terjadi.
“Beliau baru pulang dari kebun dan sedang membersihkan hasil tanamannya, termasuk petatas yang dibawanya. Namun kemudian terjadi ledakan yang diduga berasal dari roket hingga mengakibatkan luka serius. Satu korban lainnya, Mama Ottopina Wayau, juga mengalami luka-luka. Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan,” katanya.
Pastor Yance menegaskan bahwa apabila yang berhadapan adalah aparat keamanan dan kelompok bersenjata, maka masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran ataupun korban.



