Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Pencari Kerja di Mimika Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
Para korban yang mendatangi Sentra Pelayanan Polres Mimika, Jumat (19/6/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN). 
Para korban yang mendatangi Sentra Pelayanan Polres Mimika, Jumat (19/6/2026), (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN). 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Ratusan pencari kerja di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menjadi korban dugaan penipuan lowongan kerja bermodus pemungutan uang ilegal. Kasus ini terungkap setelah para korban telantar saat menghadiri acara yang diklaim sebagai pertemuan perusahaan di Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (19/6/2026).


Insiden bermula ketika ratusan pencari kerja mendatangi lokasi untuk mengikuti kegiatan Family Gathering yang dijanjikan oleh pihak perekrut. 


Berdasarkan agenda yang diterima korban, mereka dijadwalkan menjalani interview, pemeriksaan kesehatan, pengambilan foto kartu identitas, hingga penandatanganan kontrak kerja. 

Advertisement


Namun, sesampainya di lokasi, para korban mendapati bahwa seluruh informasi lowongan kerja tersebut fiktif.


Para korban dilaporkan telah menyetorkan sejumlah uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp8 juta per orang. 


Pembayaran tersebut dikirimkan melalui transfer bank ke rekening atas nama Mega Puji Rahayu yang diduga bertindak sebagai administrator.

Advertisement


Informasi yang dihimpun dari para pencari kerja menyebutkan, lowongan kerja fiktif ini menawarkan posisi di beberapa perusahaan kontraktor baru yang beroperasi untuk PT Freeport Indonesia. Proses rekrutmen ini dicurigai tidak wajar karena mengabaikan prosedur resmi.


“Ini untuk beberapa kontraktor yang baru buka diatas, tapi itu kalau ke Freeport kan harus buat lamaran dan lain-lain, ini tidak cuma minta KTP saja,” kata Hendrik, salah satu pencaker saat ditemui wartawan di Sentra Pelayanan Polres Mimika.


Hendrik mengaku baru membayarkan uang Rp1 juta pada Kamis, 18 Juni 2026 malam setelah mendapatkan informasi dari pihak administrator bahwa pimpinan perusahaan tersebut berbasis di area SP3 dan Kuala Kencana.


Pola perekrutan terorganisasi ini memanfaatkan media sosial, di mana para korban dihimpun dalam sebuah grup WhatsApp bernama "MARET APRIL JOB" yang beranggotakan sedikitnya 170 orang. 

Advertisement

Artikel Terkait

Kejari Mimika Lelang 41 Barang Rampasan Negara untuk Optimalisasi Penerimaan

Kejari Mimika Lelang 41 Barang Rampasan Negara untuk Optimalisasi Penerimaan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika menggelar Penjualan Langsung Barang Rampasan Negara (Julbara) di Aula Kantor Kejari Mimika, Kabupaten Mimik

Mobil  Dibakar di Mimika, Aparat Evakuasi Penumpang Tanpa Korban Jiwa

Mobil  Dibakar di Mimika, Aparat Evakuasi Penumpang Tanpa Korban Jiwa

Satu unit mobil roda empat hangus terbakar dalam insiden kericuhan yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah,

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer