Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Wamendagri dan Wamen PU Tinjau Infrastruktur Strategis Papua Selatan, Percepat Pengembangan Kawasan DOB

Yulius Sulo • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:20 WIB
Wamendagri Ribka Haluk dan Wamen PU, saat meninjau infrastruktur jalan yang sedang di bangun menuju pusat Pemerintahan Papua Selatan, Rabu (15/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)
Wamendagri Ribka Haluk dan Wamen PU, saat meninjau infrastruktur jalan yang sedang di bangun menuju pusat Pemerintahan Papua Selatan, Rabu (15/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti meninjau sejumlah infrastruktur strategis di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (15/7/2026).

 

Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga Embung Efata yang direncanakan direvitalisasi.

 

Setibanya di Bandara Mopah Merauke, kedua wakil menteri langsung menuju kawasan Salor untuk melihat kondisi akses jalan menuju pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan.

 

Peninjauan dilakukan guna memastikan dukungan infrastruktur bagi pengembangan kawasan pemerintahan provinsi baru tersebut.

 

Usai meninjau jalan, Wamendagri dan Wamen PU bertolak ke Kantor Gubernur Papua Selatan.

 

Keduanya disambut Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Wakil Gubernur Paskalis Imadawa, jajaran Forkopimda, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

 

Di kantor gubernur, kedua wakil menteri memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Forkopimda untuk membahas percepatan pembangunan infrastruktur dan dukungan terhadap pengembangan daerah.

 

Usai rapat, Wamendagri Ribka Haluk dan Wamen PU Diana Kusumastuti didampingi Wakil Gubernur Paskalis Imadawa meninjau Embung Efata di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik.

 

Embung tersebut direncanakan direvitalisasi guna meningkatkan pelayanan irigasi sekaligus penyediaan air baku.

 

Saat ini, Embung Efata memiliki mesin genset Perkins tipe 1106C-70 TA berkapasitas 162 kilowatt. Namun, pada 2026 embung tersebut belum beroperasi karena saluran pembawa mengalami kerusakan dan belum tersedia anggaran operasional untuk pompa.

 

Selama ini, pasokan air embung berasal dari Sungai Kumbe dan rawa di sekitarnya yang dialirkan melalui saluran hulu sepanjang sekitar 21 kilometer dengan sistem pompa inlet. Air kemudian dipompa menuju saluran pembawa sebelum didistribusikan ke wilayah yang lebih tinggi.

 

Dalam rencana revitalisasi, Embung Efata akan memiliki luas sekitar 130 hektare, tinggi tanggul 4,5 meter, serta kapasitas tampung mencapai 2,348 juta meter kubik.

 

Infrastruktur tersebut ditargetkan mampu melayani irigasi seluas 1.000 hektare sekaligus menyediakan air baku bagi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan dan wilayah sekitarnya dengan kapasitas 63 liter per detik.

 

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Lapangan Monumen Kapsul Waktu Merauke sebelum meninjau pengaman Pantai Lampu Satu.

 

Berdasarkan agenda kunjungan, Wamen PU Diana Kusumastuti dijadwalkan kembali ke Jakarta usai menyelesaikan kunjungannya di Merauke. Sementara itu, Wamendagri Ribka Haluk akan melanjutkan agenda kerja ke Jayapura pada Kamis 16 Juli 2026. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com Wamendagri Ribka Haluk DOB PAPUA SELATAN