Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan Gratis Hadir, Anak-anak Petani Dogiyai Kian Dekat dengan Mimpi Mereka

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai, Freddy Yobee saat diwawancarai di ruang kerjanya di SMA Negeri 2 Dogiyai, Rabu, (15/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai, Freddy Yobee saat diwawancarai di ruang kerjanya di SMA Negeri 2 Dogiyai, Rabu, (15/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE - Di balik seragam sekolah yang dikenakan para siswa SMA Negeri 2 Dogiyai, tersimpan perjuangan panjang orang tua yang setiap hari mengolah kebun demi membiayai pendidikan anak-anak mereka. 

Kini, melalui Program Pendidikan Gratis Pemerintah Provinsi Papua Tengah, beban itu mulai berkurang dan harapan baru pun tumbuh.

Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai, Freddy Yobee, mengatakan mayoritas orang tua siswa di sekolahnya berprofesi sebagai petani. Karena itu, kehadiran Program Pendidikan Gratis menjadi kabar baik yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Advertisement

“Sebagian besar orang tua siswa kami adalah petani. Program ini benar-benar membantu mereka karena tidak lagi dibebani biaya-biaya sekolah seperti sebelumnya. Ini menjadi harapan baru bagi keluarga untuk tetap menyekolahkan anak-anak mereka,” kata Freddy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, sebelum program tersebut berjalan, sekolah masih memungut sejumlah biaya, seperti uang komite dan biaya pendaftaran bagi peserta didik baru. 

“Kondisi itu tidak hanya menjadi beban bagi orang tua, tetapi juga kadang menimbulkan persoalan di lingkungan sekolah,” lugasnya.

Advertisement

Freddy mengungkapkan, tidak sedikit siswa yang menggunakan alasan telah membayar iuran sekolah ketika guru memberikan pembinaan atas pelanggaran disiplin.

“Kadang ketika kami menegur siswa yang malas atau melanggar aturan, mereka beralasan sudah membayar sehingga merasa tidak bisa ditegur. Situasi seperti itu sering menjadi tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas mendidik,” ujarnya.

Dengan adanya Program Pendidikan Gratis, kata Freddy, sekolah kini tidak lagi dibayangi persoalan iuran sehingga guru dapat lebih fokus menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan karakter.

“Sekarang kami lebih leluasa mengambil kebijakan sesuai aturan sekolah. Program ini bukan hanya membantu orang tua, tetapi juga mengembalikan ruang bagi guru untuk mendidik dan membina anak-anak dengan lebih baik,” tuturnya.

Advertisement
Editor : Elfira Halifa

Artikel Terkait

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Kepolisian Resor Mimika memastikan proses hukum terhadap dua pelajar berinisial DS (18) dan OY (17) yang diduga melakukan pemerkosaan akan d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer