Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Pedalaman Mapia, Pendidikan Gratis Menyalakan Harapan Anak-anak untuk Terus Bersekolah dan Raih Cita-cita

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Guru saat memberikan pengarahan kepada calon siswa SMP Negeri 1 Mapia yang sedang mengikuti Masa orientasi Siswa (MOS) di ruang kelas. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Guru saat memberikan pengarahan kepada calon siswa SMP Negeri 1 Mapia yang sedang mengikuti Masa orientasi Siswa (MOS) di ruang kelas. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE - Jarak yang jauh, akses yang terbatas, dan kondisi ekonomi keluarga yang serba sederhana tak lagi sepenuhnya menjadi penghalang bagi anak-anak di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk terus mengejar pendidikan.

Program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah kini menghadirkan harapan baru bagi mereka untuk tetap bersekolah dan menggapai cita-cita.

Rasa syukur itu disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Mapia, Fransiska Tagi, yang menyebut kebijakan pendidikan gratis menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman.

Advertisement

 Menurutnya, sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani dengan kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga bantuan pendidikan sangat meringankan beban mereka.

"Kami sangat bersyukur atas kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Tengah yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak kami di pedalaman. Program ini sangat membantu orang tua yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya," ujar Fransiska saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan, meski dana BOSDA belum disalurkan, pihak sekolah telah menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) agar dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik.

Advertisement

Prioritas utama, kata Fransiska, adalah membantu siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk penyediaan seragam sekolah. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, memberikan honor kepada guru non-ASN yang belum menerima insentif dari pemerintah, memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK), administrasi sekolah, serta mendukung pelaksanaan les tambahan bagi mata pelajaran sains.

"Anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu menjadi perhatian utama kami. Kami ingin mereka tetap bersekolah tanpa harus memikirkan biaya. Di sisi lain, guru-guru honorer juga perlu mendapat perhatian agar mereka tetap semangat mendampingi anak-anak belajar," katanya.

Fransiska berharap program pendidikan gratis tidak berhenti pada tahun ini, melainkan terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda Papua Tengah yang dapat menikmati pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.

"Harapan kami, program ini terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Pendidikan adalah investasi masa depan anak-anak Papua, sehingga mereka harus terus mendapat dukungan," ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Kepolisian Resor Mimika memastikan proses hukum terhadap dua pelajar berinisial DS (18) dan OY (17) yang diduga melakukan pemerkosaan akan d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer