Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Gubernur Papua Selatan Dorong Pengembangan Jagung untuk Dukung Industri Pakan Ternak

Yulius Sulo • Senin, 15 Juni 2026 | 12:56 WIB
Apolo Safanpo
(Sulo/Ceposonline.com)
Apolo Safanpo (Sulo/Ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE– Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu sektor strategis yang dapat menopang kebutuhan industri pakan ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat menjelaskan hasil pertemuan bersama Menteri Pertanian dalam rangka identifikasi potensi dan kebutuhan pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua, Senin (5/6/2026).

 

Menurut Gubernur Apolo Safanpo, saat ini Kementerian Pertanian tengah melakukan pemetaan program dan kebutuhan pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Untuk kawasan Tanah Papua, seluruh gubernur serta bupati dan wali kota diundang untuk menyampaikan potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.

 

"Pak Menteri Pertanian saat ini sedang melakukan pemetaan kebutuhan pembangunan pertanian di seluruh Indonesia. Semua gubernur, bupati, dan wali kota di Tanah Papua diundang untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang dapat dikembangkan di setiap daerah," ujarnya.

 

Gubernur menjelaskan bahwa Papua Selatan selama ini telah mendapatkan perhatian yang cukup besar pada sektor tanaman pangan, khususnya padi. Namun, komoditas jagung dan hortikultura masih memerlukan dukungan yang lebih optimal.

 

"Kami menyampaikan kepada Menteri Pertanian bahwa selama ini perhatian pemerintah lebih banyak diberikan kepada tanaman padi, mulai dari penyediaan benih, pupuk, insektisida, hingga pascapanen dan pengemasan. Sementara untuk jagung, dukungan tersebut masih sangat terbatas," katanya.

 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengusulkan bantuan berupa benih, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung pengembangan jagung dan hortikultura. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Pertanian yang menyatakan kesediaannya membantu penyediaan berbagai kebutuhan pertanian.

 

Menurut Gubernur, pengembangan jagung memiliki nilai strategis karena menjadi bahan baku utama industri pakan ternak. Saat ini sebagian besar kebutuhan jagung untuk pabrik pakan ternak di Papua Selatan masih didatangkan dari luar daerah, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, hingga Jayapura.

 

"Komposisi bahan baku pakan ternak sekitar 75 persen berasal dari jagung, sedangkan sisanya berasal dari dedak, ikan, dan bahan lainnya. Karena kebutuhan jagung belum dapat dipenuhi dari produksi lokal, selama ini pabrik pakan masih mendatangkannya dari luar daerah," jelasnya.

 

Selain persoalan pasar, rendahnya minat petani untuk menanam jagung juga dipengaruhi keterbatasan benih dan alat mesin pertanian. Namun kondisi tersebut mulai berubah seiring meningkatnya kebutuhan industri pakan ternak terhadap produksi jagung lokal.

 

Pengembangan jagung sendiri telah mulai dilakukan sejak tahun 2023, khususnya di wilayah Semangga dan Jagebob, Kabupaten Merauke. Saat ini hasil produksi petani mulai diserap oleh sejumlah pabrik pakan ternak yang beroperasi di daerah tersebut.

 

"Kami berharap dengan dukungan dari Kementerian Pertanian, pengembangan jagung dapat terus diperluas. Selain meningkatkan pendapatan petani, langkah ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah," ungkapnya.

 

Terkait dukungan sarana produksi, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengusulkan bantuan berbagai alat mesin pertanian, antara lain rotary untuk pengolahan lahan, traktor, serta peralatan lainnya yang dibutuhkan dalam budidaya jagung.

 

"Kami membutuhkan berbagai alat pertanian untuk mendukung pengembangan jagung. Pak Menteri sudah menyatakan kesediaannya membantu penyediaan alat dan mesin pertanian tersebut," tutup Gubernur Apolo Safanpo.(*)

 

Editor : Agung Trihandono
#Ceposonline.com #PAPUA SELATAN