Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pemprov Papua Tengah Lepas Putra-Putri OAP Ikuti Bimbel Sekolah Kedinasan di Jayapura

Theresia F. Tekege • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:14 WIB
Penjabat (Pj.) Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule saat melepaskan putera-puteri OAP Papua Tengah untuk mengikuti Bimbel di Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Penjabat (Pj.) Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule saat melepaskan putera-puteri OAP Papua Tengah untuk mengikuti Bimbel di Jayapura. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi melepas peserta Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) Tahun 2026.

 Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah serta memperluas kesempatan generasi muda untuk bersaing masuk ke berbagai sekolah kedinasan di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Sabtu (20/6/2026),  Peserta dilepas oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule dan diikuti oleh Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa dan jajaran pimpinan OPD Provinsi Papua Tengah. 

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Pj. Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan program tersebut.

“Bimbingan belajar ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah, khususnya bagi anak-anak Orang Asli Papua yang akan mengikuti seleksi sekolah kedinasan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi penerus Papua Tengah yang mampu bersaing dan mengabdi bagi daerah.

Kepada seluruh peserta, Gubernur berpesan agar memanfaatkan kesempatan mengikuti bimbingan belajar di Jayapura selama kurang lebih dua bulan dengan sungguh-sungguh. Para peserta diminta mempersiapkan diri secara maksimal karena seleksi sekolah kedinasan membutuhkan kemampuan akademik, kedisiplinan, kesehatan fisik, serta mental yang kuat.

“Kesempatan mengikuti bimbingan belajar di Jayapura selama kurang lebih dua bulan harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Kalian dipilih bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk menyiapkan diri menghadapi proses seleksi yang membutuhkan disiplin, kemampuan akademik, kesehatan fisik, dan mental yang kuat,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga nama baik diri, keluarga, dan Provinsi Papua Tengah selama mengikuti program tersebut.

“  Seluruh peserta diminta mengikuti proses pembelajaran dengan tertib, mematuhi arahan para pembimbing, menjaga kesehatan, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama mereka mengikuti bimbingan belajar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah yang berhasil menembus sekolah kedinasan. Karena itu, program bimbingan belajar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan yang lebih baik sekaligus menyiapkan aparatur masa depan yang memahami kebutuhan daerahnya sendiri.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah yang mampu masuk ke sekolah kedinasan. Karena itu, program seperti ini harus menjadi langkah nyata untuk membuka akses pendidikan yang lebih baik dan menyiapkan aparatur masa depan yang memahami kebutuhan daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya kepada peserta, Gubernur juga memberikan pesan kepada para pendamping dan pembina agar membimbing peserta dengan serius selama mengikuti program. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh peserta, tetapi juga oleh dukungan, pengawasan, dan kerja sama semua pihak yang terlibat.

“Kepada para pendamping dan pembina, saya berharap agar peserta dibimbing secara serius. Perhatikan perkembangan belajar, kedisiplinan, dan kesiapan mereka selama mengikuti bimbingan belajar. Keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan dan kerja sama dari semua pihak,” tegasnya.

Gubernur juga menyatakan bahwa program Bimbingan Belajar Putra-Putri Orang Asli Papua Tahun 2026 secara resmi dibuka dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik sehingga mampu meraih cita-cita mereka di sekolah kedinasan.

“ Saya harap anak-anak ini dapat mengikuti bimbel dengan baik dan lancar dan dapat meraih cita-cita dan kembali bangun Papua Tengah yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Papua Tengah