Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
 Para peserta yang mengikuti pelatihan  mengolah bahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. (Foto: Dokumen PTFI).
 Para peserta yang mengikuti pelatihan  mengolah bahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. (Foto: Dokumen PTFI).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Di pesisir Mimika, pangan lokal melimpah, namun formulasinya kerap kali monoton. Menjawab tantangan itu, sebanyak 40 perempuan (mama-mama) etnis Kamoro dari delapan kampung pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dikumpulkan di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika. 

Selama dua hari, 11–12 Juni 2026, mereka mengikuti pelatihan intensif pengolahan bahan pangan lokal guna mendongkrak kapasitas ekonomi berbasis komunitas.

Hajatan ini diinisiasi oleh Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, dengan sokongan dana dan pendampingan dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Advertisement

Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan memutus ketergantungan masyarakat pesisir terhadap bahan pangan eksternal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Melalui kolaborasi ini, mama-mama Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, dan lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” katanya Benyamin Meo dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu, 20 Juni 2026.

*Kelanjutan Program Jangka Panjang*
Pelatihan ini bukan agenda instan. Benyamin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang konsisten digulirkan PTFI sejak 2017. Targetnya adalah delapan kampung binaan di lingkar tambang dan pesisir, meliputi Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita, dan Ohotya.

Advertisement

Muara dari program ini adalah optimalisasi sumber daya pesisir, peningkatan kualitas gizi anak dan keluarga untuk menekan angka tengkes (stunting), serta memperkokoh peran perempuan sebagai pilar ekonomi domestik.

Selama lokakarya, para peserta mengeksplorasi potensi komoditas yang selama ini melimpah di sekitar tempat tinggal mereka, seperti ikan, tambelo (cacing bakau), singkong, ubi, kelapa, dan pisang. 

Bahan-bahan mentah ini disulap menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi seperti lemet, kerupuk ikan, hingga kerupuk tambelo yang eksotis. Tidak hanya itu, komoditas pisang juga diolah secara kreatif menjadi pisang molen, nagasari, dan bolu pisang.

Erfina Aypapenaei, peserta asal Kampung Otakwa, mengaku pelatihan ini membuka ruang pandang baru baginya dalam mengelola dapur teras rumah.

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Kapolda Papua Tengah Tinjau Pos Peka di Mimika, Tekankan Sinergi Warga Jaga Keamanan

Kapolda Papua Tengah Tinjau Pos Peka di Mimika, Tekankan Sinergi Warga Jaga Keamanan

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengunjungi tiga Pos Peduli Keamanan (Pos Peka) di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika,

Kunker di Mimika, Menko Polkam Tekankan Sinergi Pembangunan dan Keamanan Papua

Kunker di Mimika, Menko Polkam Tekankan Sinergi Pembangunan dan Keamanan Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melaksanakan kunjungan kerja

Polisi Gelar Kelas di Honai Belajar Polsek Tembagapura, Bantu 28 Anak Belajar

Polisi Gelar Kelas di Honai Belajar Polsek Tembagapura, Bantu 28 Anak Belajar

Kepolisian Sektor (Polsek) Tembagapura menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer