CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor
.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap warga terdampak, Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen, menyerahkan langsung bantuan bahan makanan kepada masyarakat pada Sabtu (13/6/2026).
Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua tersebut terdiri atas 60 karung beras ukuran 10 kilogram, 90 kilogram gula pasir, 60 karton mi instan, dan 90 liter minyak goreng. Seluruh bantuan diterima oleh perwakilan masyarakat terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakejadian.
Aryoko menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di Biak Numfor.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan warga yang terdampak memperoleh dukungan dan bantuan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Provinsi Papua turut berduka atas musibah yang terjadi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak,” ujar Aryoko.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat maupun bencana.
“Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat menghadapi situasi darurat dan bencana. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi warga pasca-insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II tersebut.
Selain penyaluran bantuan kebutuhan pokok, Pemprov Papua juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan penanganan serta pemulihan bagi masyarakat terdampak berjalan optimal dan berkelanjutan. (*)
Editor : Elfira Halifa