Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Momen Menteri Bahlil Nostalgia Sewaktu Jadi Sopir Angkot di Fakfak Papua Barat

Gratianus Silas • 2025-11-18 15:49:27
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bernostalgia menjadi sopir angkot di Fakfak, Papua Barat. (INSTAGRAM/MELANGKAH DARI TIMUR)
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bernostalgia menjadi sopir angkot di Fakfak, Papua Barat. (INSTAGRAM/MELANGKAH DARI TIMUR)

CEPOSONLINE.COM, FAKFAK – Cerita menarik terselip saat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja di Fakfak, Papua Barat, pada 17 November 2025.

Salah satu agenda Menteri Bahlil ialah meresmikan Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak.

Pada kesempatan itu, Bahlil sedikit bernostalgia perihal masa mudanya di kawasan tersebut.

Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu bercerita, pada era 1990 – 1994, dirinya merupakan sopir angkot (di Papua disebut taksi) yang sering mangkal di Terminal Thumburuni Kota Fakfak.

Bahkan, sebelum jadi sopir, ia terlebih dulu menjadi kondektur angkot.

“Jadi, ni tempat bermain saya dulu,” kenang Bahlil.

Lebih dari sekadar bernostalgia, Menteri Bahlil sempat coba mengendarai salah satu angkot di terminal.

“Dino (pemilik angkot), coba tes ko pu (kamu punya) taksi dulu.”

Menteri Bahlil mengaku tengah mengenang masa lampau ketika masih menjadi sopir angkot.

“Lagi mengenang masa lampau.”

“Yang dulu, taksinya agak lebih gede dari yang sekarang.”

Mengendarai angkot berwarna putih itu, Menteri Bahlil mengitari kawasan Terminal Thumburuni.

Ia sesekali terlihat mengemudikan mobil yang tak dilengkapi power steering itu hanya dengan satu tangan.

Meskipun diketahui stir angkot tersebut berat karena tak dilengkapi power steering, Bahlil sempat terlihat santai berkendara dengan satu tangan saja, yakni tangan kiri.

Sedangkan tangan kanannya berpegang pada pintu angkot.

“Bagaimana (saya) feeling (jadi sopir) masih dapat kan? Gas, rem, kopling masih oke kan?” 

Usai test drive angkot, Bahlil bertegur sapa dengan para sopir angkot di Terminal Thumburuni.

Beberapa di antaranya merupakan rekan-rekannya seperjuangannya dulu.

Dibalut senyuman lebar dan gelak tawa, Bahlil memeluk erat rekan-rekannya lamanya itu.

Ia bahkan dengan bangga memperkenalkan satu per satu rekan-rekannya, orang-orang yang ia nilai memiliki peran dan jasa dalam perjalanan hidupnya.

“Ini bang Anwar, saya waktu kenek (kondektur), kita sama-sama di terminal.”

“Kalau ini Pak Niko, mobilnya kalau Sabtu – Minggu tidak narik, saya yang narik.”

“Ini Dino, saya punya kenek.”

“Kalau Kakak Edo, sa pu (saya punya) sopir. Sa yang kenek.”

“Terus ada Om Pur yang narik taksi, kalau sa kenek, tinggal di dia pu rumah.”

“Dan ini Frans, teman kenek dulu,” sebut Bahlil satu per satu.

Salah satu dari rekannya berkisah bahwa Bahlil suka ngebut ketika jadi sopir angkot dulu.

Bahkan, kondekturnya sampai menangis ketakukan.

“Dia bawa mobil talalu laju (terlalu cepat).”

“Kalau sama dia, aduh mama kitong (kita) mati,” kisah salah satu rekan Bahlil.

Bahlil mengaku hidup di Fakfak sekiranya 5 tahun.

Dari kehidupan di Fakfak, Bahlil mengaku belajar arti kerja keras dan ketulusan.

“Lima tahun saya di sini. Keras kehidupan di sini.”

Di akhir pertemuannya, Bahlil membantu keluarga besar sopir dan kondektur di Terminal Thumburuni untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sudah berakhir masa berlakunya.

“Pak Kapolres tolong bantu, dalam rangka HUT Fakfak, kado untuk semua sopir di Terminal Thumburuni, buatkan mereka SIM,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bahlil juga memberikan sumbangan Rp 5 juta bagi setiap sopir dan kondektur angkot yang hadir pada kesempatan itu. (*)

Editor : Gratianus Silas
#esdm #PAPUA BARAT #Ceposonline.com #bahlil lahadalia #menteri