Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Marak Penyebaran Isu Hoaks dan Provokatif,  Guru Besar Intelijen Sampaikan Peringatan Kewaspadaan ini

Agung Trihandono • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:55 WIB
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama kepada Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono dalam acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta. 
(Ceposonline.com/ANTARA/Fathur Rochman)
Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama kepada Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono dalam acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta.  (Ceposonline.com/ANTARA/Fathur Rochman)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai adanya adu domba pihak tertentu.

Guru besar intelijen itu menyoroti berbagai situasi yang berkembang belakangan ini. Upaya adu domba itu dilakukan melalui penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks dan provokasi.

"Kita semua perlu waspada terhadap berbagai informasi yang tidak benar, apalagi fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa," ujar Hendropriyono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia menyebut sejarah telah menunjukkan bahwa perpecahan sering kali diawali oleh informasi yang menyesatkan dan kecurigaan yang sengaja ditanamkan di tengah masyarakat.

Menurut dia, perbedaan pendapat dalam negara demokrasi harus terjadi dalam mekanisme yang sah, damai, dan konstitusional.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap setiap upaya yang mendorong kebencian, permusuhan atau tindakan inkonstitusional yang mengancam pemerintahan yang sah.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, dia menilai sangat penting untuk selalu mengedepankan akal sehat, tabayun, dan penghormatan terhadap hukum.

"Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan tujuannya," katanya mengingatkan.

Ia menekankan persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.

Jenderal penerima Bintang RI dari Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang dengan baik apabila perbedaan disalurkan melalui cara-cara yang damai, beradab, dari konstitusional.

Menurut dia, semua upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah, dinilainya, tidak boleh mendapatkan empat dalam kehidupan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama, Hendropriyono juga menanggapi beredarnya tuduhan yang mengaitkan dirinya berada di balik gerakan yang mengkritik keras pemerintah.

"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," katanya.

Penyampaian pendapat di muka umum dalam negara demokrasi, menurut dia, harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusional. Segala tuduhan yang mengaitkan dirinya atau orang-orang di sekitarnya beragenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah, ditegaskannya sebagai hoaks dan fitnah.

Hendropriyono mengungkapkan bahwa sejak dulu dirinya telah mengabdikan kepada negara dalam berbagai penugasan.

"Prinsip saya tetap sama, menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional," ujar dia.

Dia menambahkan, kritik terhadap kebijakan pemerintah di negara demokrasi manapun, tidak boleh bertujuan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan.

"Hal itu bukanlah jalan yang saya yakini," katanya.

Dia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks dan selalu memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi.

"Saya tidak pernah dan tidak akan berada di belakang demonstrasi apa pun untuk menggulingkan pemerintah," ujar dia.

Menurut Hendropriyono, komitmen terhadap Sumpah Prajurit dipegangnya terus sejak masih aktif dulu sampai dengan purnawirawan saat ini. Komitmen yang dimaksudkannya itu adalah menjaga negara, bukan malah merusaknya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#bin #Ceposonline.com #TNI #hoaks