CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Nama Josepha Alexandra mendadak viral dan menjadi simbol keberanian generasi muda dalam menyuarakan kebenaran.
Siswi SMA Negeri 1 Pontianak ini viral se-Indonesia setelah video perjuangannya menuntut keadilan dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat beredar luas di media sosial.
Meski sempat mendapatkan perlakuan yang dinilai netizen sebagai bentuk gaslighting dari dewan juri maupun MC, kegigihan gadis yang akrab disapa Ocha ini justru berbuah manis dengan datangnya apresiasi luar biasa dari tingkat nasional.
Kronologi Kontroversi Jawaban Benar yang Dihukum Minus
Insiden tersebut bermula pada babak rebutan di final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak.
Berdasarkan rekaman video resmi di kanal YouTube MPR RI, Ocha berhasil menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan sangat tepat.
"Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar Ocha dengan penuh percaya diri.
Namun, secara mengejutkan, juri Dyastasita WB memberikan nilai minus lima (-5) dan mengklaim tidak mendengar kata "Dewan Perwakilan Daerah" (DPD).
Situasi semakin kontradiktif ketika pertanyaan yang sama dijawab oleh tim lain dengan kalimat yang identik, namun justru disahkan dan diberi poin 10.
Ocha tidak tinggal diam. Ia melayangkan protes keras namun tetap santun, bahkan meminta juri untuk bertanya kepada penonton sebagai saksi objektif.
Alih-alih mendapatkan verifikasi, Ocha justru disindir oleh juri lain, Indri Wahyuni, soal masalah artikulasi.
Insiden ini memicu kecaman publik karena dewan juri dinilai antikritik dan tidak profesional.
Sosok Josepha Alexandra
Josepha Alexandra Roxa Potifera, siswi SMAN 1 Pontianak kelas 11 itu bukanlah pemain baru di ajang bergengsi ini.
Ia dikenal sebagai siswi aktif dengan catatan prestasi yang mengagumkan di bidang wawasan kebangsaan.
Ocha merupakan bagian dari tim SMAN 1 Pontianak yang meraih Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada September 2025 dan melaju ke Grand Final di Senayan.
Anak kedua dari dua bersaudara ini juga pernah menyabet Juara 2 LCC Kebangsaan HMPPKN FKIP Untan pada Mei 2025.
Di luar sekolah, Ocha terlibat aktif dalam organisasi Generasi Berliterasi (Gebrasi) Pontianak, sebuah komunitas yang bergerak meningkatkan minat baca anak-anak dan remaja di Kota Khatulistiwa.
Terkait insiden viral yang menimpanya, Ocha memberikan respons menohok di media sosialnya.
"Lucu ya, ga sengaja nonton ulang kejadian yang mengungkap 'perasaan' siapa yang sebenarnya salah... C2 izin muncul ke permukaan," tulisnya di akun Instagram @jsphalxndra.
Beasiswa ke China hingga Usulan Duta Empat Pilar
Keadilan yang diperjuangkan Ocha akhirnya datang melalui saluran lain.
Ketua Komisi II DPR RI yang juga alumni SMAN 1 Pontianak, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, langsung menghubungi Ocha dan menyampaikan undangan resmi untuk terbang ke Jakarta menemui pimpinan MPR RI.
Tak hanya sekadar undangan, Josepha mendapatkan tawaran apresiasi yang luar biasa
Ocha ditawari beasiswa pendidikan kuliah sarjana gratis ke China hingga lulus, setelah lulus SMA.
“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau,” ujar Rifqinizamy.
Dia juga diberikan jaminan untuk bekerja langsung di berbagai perusahaan multinasional setelah menyelesaikan studinya nanti.
Bahkan, Rifqinizamy mengusulkan agar Josepha diangkat secara resmi menjadi Duta Empat Pilar Kebangsaan tingkat SMA, sebagai representasi karakter siswa yang berani membela kebenaran. (*)