Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Presiden Jokowi Sebut Istana Jakarta dan Bogor Bau Kolonial Belanda

Gratianus Silas • 2024-08-13 12:21:14
Istana Merdeka di tahun 1908 - 1930. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutnya berbau kolonial.
Istana Merdeka di tahun 1908 - 1930. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutnya berbau kolonial.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Beberapa hari jelang HUT ke-79 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memusatkan agenda kenegaraan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Tak tanggung-tanggung, semua menteri, termasuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin, diboyong orang nomor satu di Republik Indonesia itu ke IKN.

Selain itu, para kepala daerah se-Indonesia juga diundang ke IKN untuk mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi.

Dalam arahannya kepada para kepala daerah, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan progres pembangunan IKN.

Satu di antaranya pembangunan kawasan pemerintahan, termasuk Istana Negara.

Jokowi menyampaikan jika Istana Jakarta dan Bogor merupakan bekas Belanda.

“Kalau Istana kita di Jakarta dan Bogor itu adalah istana bekas kolonial.”

“Bau-bau kolonial selalu saya rasakan setiap hari. Dibayang-bayangi,” ujarnya.

Jokowi mengungkapkan bahwa Istana Negara dihuni Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten.

“Kemudian Istana Merdeka, saya juga kaget ternyata Istana Negara dan Istana Merdeka itu (dihuni Gubernur Jenderal Belanda) berbeda.”

“Istana Merdeka dihuni Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge,” ujarnya.

Lalu, Istana Bogor, sambung Jokowi, dihuni Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van lmhoff.

Pada dasarnya, Jokowi ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun ibu kotanya sendiri.

“Artinya, kita ingin menunjukkan, kita punya kemampuan untuk juga membangun ibu kota yang sesuai keinginan kita, desain kita, tetap masih memerlukan waktu yang panjang,” sambungnya lagi.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan bahwa IKN baru dibangun sejak 2021- 2022, dan rampungnya masih sekiranya 10 – 15 tahun mendatang.

“Jadi ini masih sangat panjang. Ini baru awal. Ini belum selesai,” katanya.

“Mungkin baru 20 persen,” tambahnya.

Jokowi mengatakan, IKN dibangun bukan hanya mencakup kawasan inti pemerintahan, seperti Istana Presiden, Wapres, Kemenko, dan Kementerian.

Sebaliknya, banyak kawasan yang belum dibangun.

“Di luar dari ini masih banyak kawasan yang belum dibangun, berupa hotel, universitas, rumah sakit, training center PSSI, properti perumahan, serta fasilitas pendukung lainnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#ibu kota nusantara #istana negara #IKN #Presiden Joko Widodo #belanda #Ceposonline.com #DKI Jakarta #istana merdeka #Wali Kota Solo #Jokowi