CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kepolisian Resor Mimika resmi meningkatkan status hukum dua orang warga terkait bentrokan berdarah dengan aparat di Distrik Kwamki Narama yang terjadi awal April lalu.
Langkah tegas ini diambil di tengah upaya polisi meredam ketegangan yang kembali pecah dalam beberapa hari terakhir.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengonfirmasi bahwa dari sejumlah orang yang diamankan pasca-insiden Rabu 1 April 2026, dua orang terbukti memenuhi unsur pidana atas kepemilikan senjata tajam dan busur panah.
“Yang cukup bukti kami proses hukum, baik itu sajam maupun panah. Yang tidak cukup bukti kami pulangkan, dan kami juga berkoordinasi dengan Sekda Puncak apabila yang bersangkutan bukan warga Mimika akan kami pulangkan (ke Puncak),” ujar Billyandha pada Selasa (14/4/2026).
Kedua tersangka diketahui berada di lokasi saat prosesi kremasi jenazah yang kemudian memicu aksi penyerangan terhadap petugas di lapangan. Sementara itu, warga lain yang sempat diamankan kini berstatus sebagai saksi.
Kepolisian saat ini tengah memprioritaskan pengejaran pelaku utama di dua lokasi pembunuhan berbeda yang menjadi pemicu awal rangkaian konflik di Kwamki Narama.
Penyelidikan intensif dilakukan dengan pengumpulan barang bukti guna mengungkap motif dan aktor di balik kekerasan tersebut.
“Kami minta masyarakat menahan diri dan membantu aparat agar kami bisa fokus menangani dua TKP tersebut,” tegas Kapolres.
Meski upaya mediasi dan penegakan hukum terus berjalan, situasi di Kwamki Narama kembali memanas pada Sabtu 11 April 2026.
Data sementara mencatat tiga orang terluka dalam insiden Sabtu lalu. Seorang perempuan mengalami luka panah dan telah dievakuasi ke rumah sakit.
Sementara dua warga sipil terluka dalam kericuhan, termasuk satu orang yang dilaporkan terkena peluru karet.
Sementara itu, mengenai adanya foto yang beredar memperlihatkan sebuah pos keamanan dibakar di area Distrik Kwamki Narama, Kapolres menegaskan bahwa pos tersebut sudah tidak berfungsi dan tak lagi ditempati petugas.
"Rencananya memang kita mau membongkar itu, dulu kan untuk sekat mereka yang perang ini," pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi di Distrik Kwamki Narama Madiun terpantau kondusif. Aparat keamanan masih disiagakan di titik-titik rawan untuk mencegah konflik meluas, sembari mengimbau para tokoh masyarakat untuk meredam massa. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser