Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Tolak Transmigrasi di Mimika, Masyarakat Lebih Pilih Gelar Aksi Doa Bersama

Wahyu Welerubun • 2024-11-15 14:09:29
Aksi doa bersama digelar warga Mimika sebagai wujud penolakan terhadap transmigrasi ke Papua.
Aksi doa bersama digelar warga Mimika sebagai wujud penolakan terhadap transmigrasi ke Papua.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Sekelompok masyarakat melaksanakan doa bersama di Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Bahtera depan Polsek Mimika Baru, Jalan C Heatubun, Mimika, Papua Tengah, Jumat (15/11/2024).

Mereka berdoa di tempat dalam rangka menolak transmigrasi lokal dan nasional yang akan dilakukan pemerintah pusat.

Aksi doa bersama di tempat ini merupakan wujud penolakan terhadap program transmigrasi ke Papua dimana Mimika juga termasuk salahsatu daerah yang menjadi sasaran transmigrasi.

Aksi mengangkat tema “Papua tanah injil, Papua tidak ada tanah kosong, Papua diisi oleh masyarakat tujuh wilayah adat”.

Menurut informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, massa sebelumnya hendak berdemo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika.

Kendati demikian, polisi tidak memberikan izin dengan berdalih kelompok ini tidak memberikan pemberitahuan.

Ketua Biro Keadilan dan Perdamaian Gereja Kingmi Klasis Mimika, Pendeta Beni Kayame mengatakan, program transmigrasi merupakan hal yang bahaya.

Kata Pendeta Beni, program transmigrasi ke wilayah Papua juga merupakan bencana bagi Papua. "Itu bahaya, itu bencana bagi Papua. Salah satu program transmigrasi baik lokal maupun nasional, itu cara-cara pencuri," ujarnya saat berorasi dalam aksi tersebut.

"Yesus bilang jangan mencuri, semua orang harus mematuhi. Tuhan sudah membagikan tapal batas, sudah memberikan identitas. Tanah ini milik adat, hukum adat adalah hukum tuhan," tambahnya.

Beni mengatakan, selama ini tidak ada keadilan, tidak ada nilainya manusia di tanah Papua. Oleh karena itu, menurut Beni Papua tidak butuh transmigrasi lokal maupun nasional.

Orang Papua hanya ingin hidup damai, aman dan sejahtera di atas tanahnya sendiri.

"Kami orang Papua menolak transmigrasi itu. Kami tolak rencana transmigrasi oleh pemerintah, Papua bukan tanah kosong," teriaknya lantang.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mimika AKP Sajuri mengatakan, mereka yang akan melakukan aksi di DPRD Mimika sebelumnya sudah dikondisikan.

"Sesuai arahan pak Kasat Intel sudah dikondisikan tidak boleh kegiatan di luar gereja. Cukup di Gereja saja ibadah," ujarnya.

AKP Sajuri melanjutkan, masing-masing tokoh telah didatangi sehingga mereka sepakat untuk melakukan ibadah saja. (*)

Editor : Gratianus Silas
#demo tolak transmigrasi di papua #dprd #tolak transmigrasi #mimika #Ceposonline.com