Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Nahkoda KMN Sardi Utama Tewas Ditembak di Perairan PNG, Jenazah Belum Ditemukan 

Yulius Sulo • Senin, 15 Juni 2026 | 20:27 WIB
Taufik Latarissa 
(Sulo/Ceposonline.com)  
Taufik Latarissa  (Sulo/Ceposonline.com)  

CEPOSONLINE.COM,  MERAUKE- Kasus penembakan terhadap nelayan Indonesia yang masuk ke perairan PNG kembali terjadi. 

Kali ini menimpa KMN  Sardi Utama.  Nahkoda dari kapal tersebut bernama Ahir dengan panggilan sehari-hari bernama Rizal dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Selatan  Taufik Latarissa kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, kasus penembakan terhadap kapal  nelayan asal Indonesia di Merauke  bernama KMN Sardi Utama itu terjadi di perairan PNG pada tanggal 9 Juni 2026  sekira pukul 11.00 WIT. 

‘‘Kami memperoleh informasi itu dari salah satu nelayan kita yang ada di kapal lain yang menghubungi kami bahwa terjadi penembakan terhadap KMN Sardi Utama yang menewaskan Nahkoda kapal,’’ kata  Taufik Latarissa. 

Taufik Latarissa yang juga menjabat sebagai anggota DPRK Merauke tersebut menjelaskan, ketika mendapat laporan by telpon tersebut, dirinya langsung menemui pemilik kapal dan membenarkan bahwa Nahkoda kapal tersebut tewas setelah ditembak. 

‘’Informasi dari pemilik kapal, kalau sekitar pukul 08.00 WIT, masih melakukan komunikasi dengan Nahkoda kapal. Namun beberapa jam kemudian, mendapat kabar kalau Nahkoda tewas ditembak,’’ jelasnya. 

Dari infiormasi  itu pula, lanjut Taufik Latarissa, bahwa sebuah speed yang berjumlah 5 orang menggunakan pakaian seragam mendekati kapal Sardi Utama.

 Mereka membawa senjata laras panjang. Kemudian salah satu diantara 5 orang tersebut mengeluarkan tembakan yang mengenai  Nahkoda kapal. 

‘’Kemudian mereka membawa jenazah tersebut. Namun sampai hari ini, kami belum mendapatkan informasi kemana jenasah itu dibawa.
 Kami sudah  koordinasi dengan kemaritiman termasuk dengan kepala perbatasan, konsulat  RI yag ada di PNG namun sampai sekarang belum ada  titik terang terkait dengan mayat itu,’’ jelasnya.   

Taufik Latarissa belum bisa memastikan apakah yang melakukan penembakan aparat pemerintah setempat atau semacam bajak laut. Karena  selain membawa jenazah Nahkoda kapal, juga membawa hasil tangkapan dan persediaan makanan yang ada di atas kapal. 

‘’Di atas kapal tersebut ada 8 orang, termasuk Nahkoda.  Sementara dalam proses pulang ke Merauke  namun masih melihat kondisi yang ada di sana. Mudah-mudahan mereka segera kembali ke Merauke dengan selamat,’’ harapnya. 

Kepala  Badan Pengelolaan Perbatasan  Kabupaten Merauke  Rekianus Samkakai membenarkan laporan tewasnya salah satu Nahkoda Kapal nelayan asal Merauke di perairan PNG tersebut. 

‘’Kami sudah mendapatkan laporan baik dari HNSI maupun  Dario pemilik kapal  terkait insiden tersebut yang menewaskan tekong atau Nahkoda kapal,’’ kata Rekianus. 

Terkait dengan itu, lanjut Rekianus pihaknya juga telah mengkonfirmasi ke kedutaan  RI yang ada di PNG namun belum mendapatkan laporan.  

‘’Kita belum tahu apakah yang melakukan itu aparat pemerintah atau bukan. Informasinya bahwa mereka menggunakan seragam  dan senjata laras panjang. Ini yang masih terus kita telusuri,’’ tambahnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Merauke #PNG #Ceposonline.com #PAPUA SELATAN