CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (15/6/2026), diwarnai antusiasme tinggi masyarakat.
Sejak pagi, puluhan orang tua bersama calon peserta didik tampak memadati lingkungan SMAN 4 Jayapura di kawasan Entrop untuk mengikuti proses pendaftaran.
Berdasarkan pantauan Ceposonline.com, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman resmi yang telah disediakan sekolah. Meski demikian, banyak orang tua tetap datang langsung ke sekolah untuk memperoleh informasi, memastikan kelengkapan dokumen, serta meminta pendampingan apabila mengalami kendala saat mengakses sistem.
Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMAN 4 Jayapura Subiyanto mengaku, tahun ini, SMAN 4 Jayapura menyediakan kuota sebanyak 432 siswa.
Kuota tersebut terbagi ke dalam empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili sebanyak 164 siswa, jalur afirmasi 130 siswa, jalur prestasi 130 siswa, serta jalur mutasi sebanyak 8 siswa.
"Pihak sekolah juga telah menetapkan tahapan pelaksanaan SPMB,"ungkapnya.
Dijelaskan, pendaftaran berlangsung pada 15 Juni, kemudian dilanjutkan pada 17–19 Juni dan 22–24 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan proses verifikasi dan validasi (verval) di sekolah pada 17–19 Juni dan 22–25 Juni 2026.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 26 Juni 2026, sedangkan proses daftar ulang dijadwalkan pada 29–30 Juni serta 1–2 Juli 2026.
Untuk mengikuti tahapan verifikasi dan validasi, calon peserta didik maupun orang tua diwajibkan mengambil nomor antrean secara daring melalui tautan https://antrian.sman4-jayapura.sch.id/.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Priyo, mengaku optimistis anaknya memiliki peluang diterima melalui jalur domisili karena tempat tinggalnya berada di belakang kompleks SMAN 4 Jayapura.
"Kami tinggal sangat dekat dengan sekolah, sehingga berharap bisa diterima melalui jalur domisili. Yang terpenting, seluruh proses seleksi berjalan secara transparan, akuntabel, adil, dan tanpa diskriminasi," ujarnya.
Pelaksanaan SPMB diharapkan menjadi momentum untuk mewujudkan sistem penerimaan peserta didik yang lebih objektif, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon siswa sesuai ketentuan yang berlaku.(*)
Editor : Agung Trihandono