CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Siapa yang tak tahu Base G di Kota Jayapura.
Ini merupakan pantai yang menjadi destinasi wisata terpopuler di Kota Jayapura.
Base G terletak di Tanjung Suaja (sekarang Tanjung Kayu Batu), Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Pantai ini kerap dikunjungi para wisatawan lokal, nusantara, maupun mancanegara.
Para wisatawan paling banyak ditemukan di pantai ini tepat ketika weekend maupun hari libur nasional.
Dengan disediakannya pondok-pondok di bibir pantai, banyak aktivitas yang dilakukan para pengunjung, selain tentunya berenang, di antaranya barbeque-an dan nge-grill di pantai, nongkrong, hingga berfoto.
Bahkan, tak jarang Pantai Base G menjadi lokasi photoshoot prewedding bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan.
Namun, lebih jauh tulisan ini akan membahas sejarah Base G.
Kenapa? Sebab, dulunya Base G bukanlah destinasi wisata yang seperti dijumpai saat ini.
Sebaliknya, Base G merupakan basis militer dari tentara Sekutu pimpinan Jenderal Douglas MacArthur pada 1944.
Pada 1944, pasukan sekutu mendirikan basis militer di kawasan Tanjung Suaja dan memberinya nama Base G Camp.
Basis militer ini didirikan sebagai bagian dari strategi pasukan sekutu dalam menghadapi pasukan Jepang yang saat itu tengah menguasai wilayah Papua.
Bahkan, Base G merupakan bagian dari rencana besar Jenderal Douglas MacArthur menjadikan Hollandia (sekarang Kota Jayapura) sebagai advanced base, atau pangkalan utama militer selama berlangsungnya Perang Dunia 2 di wilayah pasifik.
Bahkan, Hollandia diplot sebagai markas militer terhebat dalam melakukan komando di wilayah Pasifik Barat Daya.
Lokasi Base G yang ada saat ini tak berubah sejak masa peperangan dulu.
Base G merupakan lokasi akhir dari Strandweg (menurun, ke tepi laut) di Dok 2 Jayapura. Dari Dok 2 Strandweg ke Base G menempuh jarak 6,1 kilometer.
Lokasinya berada di Teluk Imbi, di sebelah utara Kota Hollandia, yang terbentuk oleh sebuah tanjung yang sekaligus memisahkannya dari Samudera Pasifik yang membentang luas di luar teluk ini.
Tanjung ini disebut Tanjung Suaja, memiliki dataran pada punggungnya yang cukup baik untuk pemukiman.
Tanjung yang kini dikenal Tanjung Kayu Batu tersebut dianggap penting bagi strategi perang oleh tentara Sekutu, sehingga diberi nama sandi, Base G, atau pangkalan G.
Pangkalan ini merupakan lanjutan dari Base F, yakni Finshaffen yang berada di wilayah yang terletak lebih ke timur lagi.
Setelah tentara Sekutu meninggalkan Hollandia, pada 1946 tempat latihan Pasukan Payung atau School tot Opleiding Parachutisten dibangun, meskipun pada akhirnya sekolah ini terpaksa dipindahkan ke Pulau Jawa.
Setelah pindah ke Jawa, tempat ini digunakan untuk Opleidingsschool der Algemene Politte (Sekolah Pendidikan Polisi Umum) atau yang kini dikenal dengan SPN (Sekolah Polisi Negara).
Base G, pantai Samudera Pasifik yang merupakan tempat bersantai bagi warga Kota Jayapura sekarang.
Kawasan Pantai Base G mempunyai luas sekitar 90 hektare, panjang garis pantai 6-15 meter, dengan lebar pantai belakang 15-40 meter, lebar perairan 150-400 meter. (*)
Sumber: Sejarah Sosial Daerah Irian Jaya dari Hollandia ke Kotabaru 1910 - 1963
Studi Kasus Migrasi di Papua: Perkembangan Kota Hollandia 1944 - 1962
Editor : Gratianus Silas