Bahkan pohon – pohon kasuari berukuran besar juga harus tumbang sehingga membuat warga memilih untuk menebang agar tidak membahayakan jika satu waktu roboh. Belum ada data pasti berapa jarak pantai yang terkikis abrasi namun terlihat jelas bahwa untuk posisi kios ini ada 1 meter lebih abrasi mengikis bibir pantai sedangkan bagian ujung pantai terlihat pohon paling ujung juga telah tumbang. “Dulunya ini tidak ada bangunan juga, pohon – pohon ini tumbuh dengan sendirinya dan tidak ditanam. Tapi karena ada timbunan karang diujung akhirnya ikut merubah arah arus air sehingga menghantam pinggiran pantai,” kata Roni Meraujde salah satu pemilik lokasi Ciberi.
Ia mengakui bahwa kini lokasi pantai tersebut tak lagi ada aktifitas berarti. Hanya kadang warga masih datang dan berkunjung untuk sekedar foto ataupun memancing. Jika dilihat sebagian besar pohon kasuari berukuran besar ini telah tumbang bahkan ada yang jaraknya sekitar 15 meter dari bibir pantai sekarang juga sudah tenggelam. Kata Roni pihaknya sudah bersurat kepada pemerintah kota dan meminta agar dibantu soal batu pemecak ombak atau penahan abrasi namun hingga kini belum dijawab. “Ya kami menunggu saja, akan mengkhawatirkan memang karena pantai terus terkikis,” jelasnya.
Seorang pengunjung bernama Bertho juga menyayangkan kondisi terakhir. Ia melihat bahwa Pantai Ciberi ini menarik untuk digarap menjadi spot rekreasi namun kondisinya kini tidak memungkinkan. “Kalau bilang terjadi abrasi saya pikir itu nyata sekali. Lokasinya bagus tapi sudah banyak yang rusak,” imbuhnya. (ade/wen) Editor : Administrator