JAYAPURA- Banyak kabar beredar bahwa 15 Ramadan tepatnya Jumat (8/5) kemarin, akan terjadi fenomena alam berupa komet, hujan meteor hingga asteroid yang akan mendekati bumi.
Terkait kabar yang beredar tersebut, Kepala BMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili mengatakan, secara khusus Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak melakukan penelitian khusus, hal ini dikarenakan bukan tupoksinya. “BMKG melakukan pengamatan tentang peredaran matahari dan bulan dalam kaitannya dengan perhitungan tanda waktu,” ucap Petrus saat dikonfirmasi Cenderwasih Pos melalui telfon selulernya, Jumat (8/5).
Mengenai kabar yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut, Petrus Sili mengatakan, hingga saat ini info dari BMKG pusat tidak ada. Namun, beberapa referensi menyebutkan bahwa hujan meteor terjadi ketika bumi mengelilingi matahari melewati puing-puing sisa dari disintegrasi komet (Scientific American). Sedangkan komet itu sendiri adalah benda langit yang mengelilingi matahari yang sering disebut Bintang Berekor.
“Terkait dengan munculnya komet Jumat (8/5) malam, bisa saja terjadi dan bisa tidak. Karena komet itu sendiri terdiri dari beberapa jenis,” terangnya.
Adapun komet yang diketahui saat ini dan melintasi dekat bumi secara periodik adalah Komet Halley setiap 75 sampai dengan 76 tahun sekali. “Kalaupun ada komet yang melintas pada Jumat malam, maka ini adalah jenis komet lain dan bukan Halley. Karena komet Halley melintas terakhir tahun 1986,” pungkasnya. (fia/nat)
Editor : Administrator