Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si.
JAYAPURA-Lahir dan besar di kampung, politisi muda Papua, Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., saat ini sedang merintis karier menuju Senayan (gedung DPR-MPR RI, red).
Setelah dua periode menjadi anggota DPR Papua yaitu 2009-2014 dan 2014-2019, Yan Mandenas saat ini mencari tantangan baru dan yang lebih besar yaitu menjadi anggota DPR RI. Ya, dalam Pemilu Legislatif 2019, Mandenas maju sebagai calon anggota (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) nomor urut 8.
Perjuangan Yan Mandenas dalam meniti karier betul-betul dimulai dari kampung. Lahir di Nabire, 26 September 1982, Mandenas tinggal bersama Tete dan Nene-nya (kakek-nenek, red) di Kurudu, Kabupaten Kepulauan Yapen (dulu Kabupaten Yapen Waropen). Di Kurudu, Mandenas mengawali pendidikannya di SD Negeri Inpres Kurudu tahun 1988 dan tamat tahun 1994.
Tinggal bersama Tete dan Nenenya, tidak membuat Mandenas ongkang-ongkang kaki dan hanya bermain seperti lazimnya anak-anak. Saat hari libur sekolah, Mandenas mengaku pergi bersama Tetenya melaut mencari ikan dan hasilnya dijual ke pasar untuk keperluan sehari-hari. “Kalau libur, saya ikut Tete buang jaring. Ikan hasil tangkapan, kami buat ikan asar dan dijual di pasar,” ungkap Mandenas kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Tamat sekolah dasar, Mandenas kembali diboyong kedua orang tuanya ke Bintuni untuk melanjutkan sekolah di SMP Negeri Bintuni tahun 1994. Di Bintuni, Mandenas yang merupakan anak sulung dari lima bersaudara, harus banting tulang membantu orang tuanya yang hanya seorang karyawan biasa di salah satu perusahaan kayu di Bintuni.
Untuk membantu perekonomian keluarganya, seminggu dua kali Mandenas menjual bawang di atas kapal perintis yang sandar di Pelabuhan Bintuni. “Kalau bawang yang saya bawa habis terjual, saya mendapat upah Rp 10 ribu. Tapi kalau tidak laku cuma dapat Rp 2.000. Kalau tidak jual bawang di atas kapal, saya jual ikan dan jual hasil berburu seperti daging rusa di Kota Bintuni,” bebernya.
Atas perjuangan dan kerja kerasnya, Mandenas bisa menyelesaikan pendidikannya di SMPN Bintuni tahun 1997. Dari Bintuni, Mandenas kemudian bergeser ke tempat yang sedikit lebih ramai yaitu Manokwari. Di kota yang saat ini menjadi ibukota Provinsi Papua Barat, Mandenas melanjutkan sekolah di SMA YPK Oikoumene, Manokwari tahun 1997.
Di Manokwari, Mandenas kembali harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan biaya sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Mandenas mengisi waktu luangnya dengan menjadi kondektur taksi atau angkot.
Dalam sehari, Mandenas bisa mengantongi uang sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membayar sewa kos dan kebutuhan hidup sehari-hari termasuk biaya sekolah. “Saya harus hidup di terminal dan pindah-pindah kos. Saat itu saya membantu Pak Marthen Tanati jadi kondektur,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA YPK Oikoumne, Manokwari tahun 2000, Mandenas kemudian hijrah ke Kota Jayapura ibukota Provinsi Papua. Di Kota Jayapura, Mandenas melanjutkan studi Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. Mandenas mengambil program Diploma Tiga (D3) Teknik Sipil hingga semester 7.
Tahun 2003, setelah pulang mengikuti pertemuan Ikatan Perhimpunan Mahasiswa Teknik di Aceh selama kurang lebih 2 bulan, Mandenas memutuskan untuk pindah ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Keputusan untuk pindah itu, diambil lantaran dirinya ketinggalan mata pelajaran saat mengikuti kegiatan di Aceh.
“Saya waktu itu menghadap Rektor Almarhum Frans Wospakrik dan beliau menyarankan untuk menyelesaikan program D3 Teknik Sipil karena sudah semester 7. Namun keputasan saya sudah bulat dan saya siap menanggung risikonya. Akhirnya saya disetujui pindah tahun 2003 di Ilmu Administrasi Negara dan lulus tahun 2008,” tandasnya.
Selama kuliah, Mandenas juga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta membiaya kuliahnya. Berbagai pekerjaan dilakoninya di antaranya menjadi buruh bangunan di PLTD Waena. Di tengah kesibukannya di bangku kuliah dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Mandenas juga aktif berorganisasi di kampus.
Sejak tercatat sebagai mahasiswa Uncen tahun 2000, Mandenas sudah aktif di organisasi kemahasiswaan baik di Fakultas Teknik maupun saat pindah di FISIP. Bahkan dirinya juga sudah aktif di beberapa partai politik saat itu di antaranya Partai Golkar. Mandenas juga bahkan aktif turun ke jalan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Tahun 2007, Mandenas sempat mencoba ikut seleksi CPNS menggunakan ijazah SMA. Dirinya saat itu berniat mengabdi sebagai seorang pegawai negeri namun sayang, saat itu ia tidak lulus. Setelah menyelesaikan kuliah, Mandenas juga sempat berpikir kembali ke Bintuni untuk menjadi karyawan perusahaan atau berwiraswasta. Namun kecintaannya terhadap dunia politik mendorongnya untuk bertahan di Kota Jayapura.
Terjun ke dunia politik, Yan Mandenas kemudian bergabung dengan Partai Hanura yang merupakan partai politik yang didirikan Jenderal TNI (Purn) Wiranto tanggal 21 Desember 2006. “Tahun 2007, saya dihubungi senior saya Yusak Andato untuk menggantikan beliau ke Jakarta mengambil Partai Hanura dengan melobi agar saya masuk dalam salah satu perwakilan mahasiswa dan pemuda di Tim Formatur yang saat itu berjumlah 7 orang dari berbagai unsur untuk membentuk Partaio Hanura di Provinsi Papua,” bebernya.
“Setelah itu, barulah karir saya berlanjut di Partai Hanura, setelah saya kembali dari Kabupaten Mamberamo Raya mendampingi Demianus Kyeuw-Kyeuw menjadi Panjabat Bupati. Di Partai Hanura pada tahun 2009, saya terdaftar sebagai Caleg DPR Papua Dapil II,” sambungnya.
Awalnya Mandenas hanya ingin mendaftar sebagai Caleg DPRD Kota Jayapura, namun ketua DPC Partai Hanura Kota jayapura dan ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Jayapura, merekomendasi dirinya untuk maju sebagai Caleg DPR Papua.
“Waktu itu saya diberi pilihan Dapil 1 atau Dapil II dan saya akhirnya memilih Dapil II. Puji Tuhan berkat dukungan dari berbagai pihak, saya mendapat dukungan rakyat dan bisa duduk sebagai anggota DPRP tahun 2009-2014. Setelah itu, saya kembali maju pada Pileg 2014 dan kembali terpilih menjadi anggota DPRP periode 20014-2019,” tambahnya.
Saat pertama kali berjuang, Mandenas mengaku betul-betul dimulai dari nol. Dirinya mengaku saat itu tidak memiliki modal untuk membiayai kegiatan kampanyenya. Namun berkat dukungan beberapa pihak seperti keluarga MR Kambu dan sahabatnya Bio Pauline, serta beberapa pihak yang mendukung perjuangannya, Mandenas akhirnya bisa menjadi anggota DPR Papua selama dua periode. “Selain dukungan dari Pak MR Kambu, saya juga mendapat dukungan dari Pak Marthen Sarwom dan Ibu Hana Hikoyabi,” tambahnya.
Setelah berjuang di DPR Papua selama 2 periode, Mandenas mencoba mencari tantangan yang lebih besar dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat Papua dengan menjadi anggota DPR RI.
Dirinya mengakui tidak mudah untuk bisa duduk di Senayan sebagai anggota DPR RI, namun atas pertolongan Tuhan dan dukungan rakyat Papua, Mandenas optimis bisa lolos dan berjuang di level nasional untuk kesejahteraan tanah kelahirannya Papua. (nat)
Data Diri
Nama : Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si
Tempat Lahir : Nabire, Papua
Tanggal Lahir : 26 September 1982
Agama : Kristen Protestan
Nama Istri : Melani Megawaty Aipasa, ST.
Nama Anak : Barack Pierre Mandenas, Didier Nico Perzsie Mandenas, Feyvel Izreal Poul
Mandenas
Pekerjaan : Anggota DPR Papua Periode 2014-2019
Riwayat Pendidikan
1988-1994 : SD Negeri Inpres Kurudu
1994-1997 : SMP Negeri Bintuni
1997-2000 : SMA YPK Oikoumene, Manokwari
2003-2008 : Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Uncen Jayapura
2010-2013 : Magister Sosiologi, FISIP Universitas Indonesia
Riwayat Organisasi
1998-1999 : Wakil Ketua OSIS SMA YPK Oikumne, Manokwari
2001-2002 : Sekretaris Senat Mahasiswa, Fakultas Teknik Uncen
2001-2005 : Wakil Ketua BEM Uncen
2003-2006 : Wakil Ketua GMKI
2003-2004 : Wakil Sekretaris Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten Jayapura.
2004-2009 : Wasekjen Asosiasi Mahasiswa Papua
2007-2008 : Ketua DPC Partai Hanura Kota Jayapura
2007-2009 : Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Papua
2010-2014 : Ketua DPD Partai hanura Provinsi Papua
2014-2016 : Ketua DPD Partai hanura Provinsi Papua
2011-2014 : Wakil Ketua KNPI Provinsi Papua
2010-2014 : Wakil Bendahara Persatuan Bola Basket Indonesia Provinsi Papua
2010-2015 : Dewan Penasehat Persipura Jayapura
2016-sekarang : Plt. Ketua Tenis Meja Provinsi Papua
2016-2020 : Ketua Wilayah Ikatan Alumni Universitas Indonesia Papua
2016-2020 : Wasekjen Pembinaan Wilayah Papua dan papua Barat DPP Partai Hanura
2016-2020 : Sekretaris Satgas Penggalangan Fungsional B Bapilu DPP Partai Hanura
2011-sekarang : Wakil Ketua Umum Persatuan Bola Voli Provinsi Papua
2016-2020 : Ketua Ikatan Motor Indonesia Provinsi Papua
2018-2022 : Ketua Dewan Pimpinan Himpunan kerukunan Tani Indonesia Provinsi
Papua
Riwayat Pekerjaan
2008-2009 : Staf Ahli Majelis Rakyat Papua
2009-2014 : Anggota DPR Papua
2014-2019 : Anggota DPR Papua
2009-2014 : Ketua Fraksi Gabungan Pikiran Rakyat DPR Papua
2012-2014 : Ketua Komisi IV Bidang Pembangunan DPR Papua
2014-2019 : Ketua Fraksi Partai hanura DPR Papua
2017-2019 : Ketua Komisi V Bidang Kesejahteraan DPR Papua
Pengembangan Kapasitas
2014 : Pelatihan kepemimpinan dan Manajemen di Frankfurt, Jerman
2015 : Pelatihan Pengembangan Kapasitas Manusia dan Lingkungan Hidup di Pulau Harris,
Skotlandia
2015 : Pelatihan Pengembangan Komunitas dan Perubahan Iklim di Universitas
Edinburg, Skotlandia
Editor : Administrator