Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tragis! Siswi SMP di Sentani Tewas Usai Dibakar Ibu Tirinya

Yohanes Palen • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:21 WIB
Dian Elis Oktoviana Puhiri. (CEPOSONLINE.COM/DOK FACEBOOK DIAN PUHIRI).
Dian Elis Oktoviana Puhiri. (CEPOSONLINE.COM/DOK FACEBOOK DIAN PUHIRI).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Nasib tragis menimpa Dian Elis Oktoviana Puhiri (16), seorang remaja asal Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Siswi kelas IX yang baru saja menyelesaikan pendidikan tingkat SMP itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dideritanya. 

Korban menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dian Harapan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIT.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (6/6/2026) malam dan sempat menghebohkan warga setempat serta menjadi perbincangan luas di media sosial.

Adapun jorban diduga menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.

Kapolsek Sentani Timur, Iptu Zet Paondanan, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Menurutnya, polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 23.00 WIT dan langsung menuju lokasi untuk memberikan penanganan awal.

"Korban saat itu segera dievakuasi ke Puskesmas Harapan sebelum dirujuk ke RS Dian Harapan karena mengalami luka bakar yang cukup serius,"ucap Zet Paondanan

Sementara itu dalam penanganan awal kasus, aparat kepolisian turut mengamankan seorang perempuan berusia 67 tahun yang diketahui merupakan ibu tiri korban.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh Polres Jayapura.

Adapun aparat kepolisian belum mengungkap motif maupun kronologi lengkap yang menyebabkan korban mengalami luka bakar hingga akhirnya meninggal dunia.

Namun berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, sebelum kejadian korban diketahui sedang berjualan bersama ibu tirinya yang berinisial DY. 

Keduanya diduga sempat terlibat pertengkaran sebelum insiden tragis itu terjadi.

Teriakan minta tolong korban memecah keheningan malam dan mengundang perhatian warga sekitar. 

Sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan setelah melihat tubuh korban dilalap api. 

Setelah api berhasil dipadamkan, korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selama hampir dua pekan menjalani perawatan, Dian berjuang melawan luka bakar yang dideritanya. 

Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Dian meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Kampung Harapan. 

Korban dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, serta aktif mengikuti kegiatan ibadah di gereja.

"Dian itu anak yang sangat baik. Dia tidak pernah membuat masalah dan selalu menghormati orang lain," ujar salah seorang kerabat korban.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi korban. 

Mereka juga meminta proses hukum dilakukan secara transparan agar fakta sebenarnya dapat terungkap.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan keluarga. (*).

Editor : Yohanes Palen
#ibu tiri #bakar anak #Kabupaten Jayapura #Ceposonline.com