Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dian Dikenang Sebagai Anak Baik dan Rajin Beribadah, Kepergiannya Tinggalkan Duka Mendalam

Rohana Wenggi • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:22 WIB
Suasana di rumah duka Dian Elis Oktoviana Puhiri, di BTN Kampung Harapan, Jumat (19/6/2026).
(CEPOSONLINE.COM_Yohana)
Suasana di rumah duka Dian Elis Oktoviana Puhiri, di BTN Kampung Harapan, Jumat (19/6/2026). (CEPOSONLINE.COM_Yohana)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI - Kepergian Dian Elis Oktoviana Puhiri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Remaja yang dikenal ramah dan rajin beribadah itu menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya.


Dian lahir pada 3 Juni 2011 dan meninggal dunia pada Kamis, 18 Juni 2026. Kepergiannya menjadi kabar yang mengejutkan bagi orang-orang yang mengenalnya.


Di mata keluarga dan teman-temannya, Dian dikenal sebagai sosok yang baik, mudah bergaul, murah senyum, serta aktif mengikuti kegiatan ibadah di gereja.


“Dian itu anak yang paling baik. Dia tidak pernah melawan dan tidak pernah membuat masalah,” ujar salah seorang kerabat korban (tante korban) saat ditemui di rumah duka.


Kerabat tersebut mengaku selama ini Dian tidak pernah menceritakan kesulitan yang dihadapinya kepada keluarga besar, meskipun mereka beberapa kali mengetahui adanya perlakuan keras yang diterimanya di rumah.


Menurut keluarga, Dian merupakan anak tiri dari perempuan berinisial DY (67). Selama hidupnya, korban disebut beberapa kali mengalami perlakuan yang tidak adil, namun tetap memilih bertahan dan membantu pekerjaan sehari-hari.


“Kalau ada kegiatan bersama teman-temannya, kadang mamanya datang dan langsung memukulnya dan membawanya pulang. Keluarga sudah beberapa kali menegur, tetapi tidak pernah didengar,” ungkapnya.


Keluarga juga menuturkan, pada malam kejadian Sabtu (6/6/2026), Dian dan DY sedang berjualan seperti biasanya. Saat itu keduanya terlibat pertengkaran yang kemudian berujung pada peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka bakar serius.


Warga yang mendengar teriakan korban segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Setelah api berhasil dipadamkan, korban dilarikan ke Puskesmas Harapan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk mendapatkan perawatan intensif.


Meski sempat berjuang selama hampir dua pekan menjalani pengobatan, nyawa Dian akhirnya tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia pada Kamis (18/6/2026) sekira pukul 08.00 WIT.


“Kami sangat berduka. Selama ini Dian tidak pernah mengeluh ataupun mengadu kepada keluarga tentang apa yang dialaminya,” kata kerabat korban.


Duka yang sama juga dirasakan Samuel, teman dekat  korban. Ia mengaku masih sulit menerima kepergian Dian yang dinilainya sebagai sosok yang rajin, sopan, dan selalu ramah kepada siapa saja.


“Malam sebelum kejadian kami masih sempat berkomunikasi. Dia tidak bercerita apa-apa tentang masalah yang sedang dihadapi,” ujar Samuel.


Menurutnya, Dian memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Bogor setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama. Namun impian tersebut kini tinggal kenangan.


“Dia anak yang baik dan punya banyak rencana untuk masa depannya. Saya masih sulit percaya kalau dia sudah tidak ada,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.


Kasus yang menimpa Dian kini ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan atas peristiwa yang merenggut masa depan remaja tersebut. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Kabupaten Jayapura #Ceposonline.com #duka