Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Persib Tersisih di ACL Two 2025/2026, OKnum Suporter Turun ke Lapangan Kejar Wasit Asal Arab Saudi

Weny Firmansyah • 2026-02-19 12:12:17
Persib Bandung dipastikan gugur dari ACL Two 2025/2026 setelah hanya menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar. (Dok. Persib)
Persib Bandung dipastikan gugur dari ACL Two 2025/2026 setelah hanya menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar. (Dok. Persib)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA –Persib Bandung gugur dari AFC Champions League 2 (ACL Two) 2025/2026. Kepastian itu didapat usai Pangeran Biru hanya mampu meraih kemenangan 1-0 atas Ratchaburi FC dalam laga leg kedua babak 16 besar pada Rabu (18/2) malam.

Dalam duel ACL Two di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, Persib sebenarnya mampu keluar sebagai pemenang atas Ratchaburi. Pangeran Biru menang tipis 1-0 berkat gol Andrew Jung.

Namun, skor tersebut tak cukup membuat Persib lolos. Pasalnya pada leg pertama, Pangeran Biru menelan kekalahan 0-3 dari Ratchaburi FC di Thailand sehingga skor agregat jadi 1-3.

Hasil itu membuat sejumlah suporter Persib Bandung kecewa. Dari tribun selatan, mereka merangsek turun ke lapangan dan masuk ke area rumput.
Situasi sempat semakin tak karuan karena oknum suporter turut melakukan pelemparan ke area lapangan. Petugas keamanan dan steward pun langsung bergerak untuk melakukan pengamanan.

Selain kecewa dengan hasil, para oknum suporter masuk ke lapangan diduga marah kepada wasit Majed Mohammed Alshamrani. Sebab mereka turut mengejar sang pengadil lapangan setelah laga usai.

Wasit Majed Mohammed Alshamrani dan sejumlah perangkat pertandingan lain langsung terbirit-birit masuk ke dalam lorong ruang ganti. Begitu pula para pemain Ratchaburi FC yang diminta untuk mengikutinya.

Kepemimpinan wasit Majed Mohammed Alshamrani dinilai kurang memuaskan karena membuat beberapa keputusan yang kontroversial sepanjang pertandingan. Sehingga kericuhan pecah pada akhir laga.

Di sisi lain, sejumlah pemain Persib turun tangan untuk meredakan situasi. Tak terkcuali sang pelatih, Bojan Hodak yang ikut berbicara dengan suporter.

Kericuhan pun pada akhirnya tetap terkendali karena sebagian besar suporter Persib lain tidak turun ke lapangan. Mereka bertahan di tribune tempatnya duduk meski teriakan dan sorakan kekecewaan tak terhindarkan.


Insiden itu membuat Bojan Hodak kecewa berat. Eks pelatih PSM Makassar itu merasa para oknum suporter tersebut mencoreng penggemar Persib lain yang ada di stadion.

"Di sini kita punya 30.000 penggemar. 29.900 penonton sangat fantastis. Tidak mudah bermain ketika kita memiliki jumlah penggemar sebanyak ini," kata Hodak usai pertandingan.

"Anda bisa melihatnya jika Anda ingat Bangkok United, mereka tidak tahu siapa diri mereka di babak pertama. Hari ini juga Ratchaburi takut bermain di babak pertama, itu tidak mudah. ​​Ini adalah keuntungan besar kita," imbuh dia.

Tapi, suporter yang membuat kericuhan di GBLA menurut Hodak adalah kelompok kecil dan tidak mencerminkan mayoritas pendukung Persib yang hadir di stadion secara langsung.

Bojan Hodak sangat kesal dengan oknum suporter yang ricuh. Sebab, akibat ulah mereka, Persib Bandung dipastikan bakal menerima sanksi lagi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Tapi ada 100 orang yang merusak semua ini. Yang datang ke sini dan mengadakan pesta pribadi mereka. Jadi yang ini, menurutku para penggemar perlu menyelesaikannya sendiri. Karena lagi-lagi kita akan didenda karena 100 orang. Atau kurang dari 100 orang. Mereka meneror semua orang," jelasnya.

Bojan Hodak juga menyoroti wasit Majed Mohammed Alshamrani dan mengonfimasi bakal mengadukan pengadil lapangan asal Arab Saudi itu ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Ia mengaku kecewa dengan hasil ini. Ia merasa kegagalan timnya lolos tak lepas karena hanya bermain dengan 10 pemain di pengujung babak pertama, setelah Uilliam Barros dikartu merah. "Saya rasa selama 45 menit kami bermain cukup baik. Mereka bertahan dengan 10 pemain, tetapi kami berhasil mencetak gol," kata Hodak usai pertandingan.

"Satu gol kami dianulir, beberapa peluang lainnya. Dan saya percaya jika kami bermain dengan 11 pemain, kami akan lolos," tambahnya.

Alih-alih membahasnya di konferensi pers, Persib disebut Hodak akan mengirimkan surat protes kepada AFC terkait kinerja Majed Mohammed Alshamrani. Penampilan pengadil lapangan di laga ini memang banyak disorot sebab ada sejumlah keputusan kontroversial sepanjang laga.

Tapi, Bojan Hodak juga mengingatkan bahwa langkah itu tidak akan mengubah hasil pertandingan. Langkah protes hanya dilakukan agar AFC dapat mengevaluasi sang wasit.

"Mengenai wasit, sayangnya saya tidak bisa berkomentar. Karena saya punya banyak hal yang ingin saya bicarakan, bukan hanya tentang kartu, tetapi tentang banyak hal lainnya," ungkap Hodak. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Persib bandung #afc champions league 2