CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Selama 27 tahun berkarier sebagai pesepak bola, nama Boaz Solossa sudah melegenda di Indonesia.
Hal ini tak lepas dari berbagai pencapaian, prestasi, dan pengalaman yang ditorehkannya di kancah sepak bola nasional maupun internasional.
Boaz Solossa memulai karier sepak bolanya pada 1998 melalui Sekolah Sepak Bola Putra Sorong dan Persiss Sorong.
Pada 30 Mar 2004, Boaz resmi menjadi pesepak bola profesional dengan bermain untuk Timnas Indonesia besutan Peter With.
Padahal, Boaz berstatus punggawa Tim Sepak Bola PON Papua pada waktu itu, dan belum bermain untuk klub profesional.
Barulah pada 2005, Boaz menandatangani kontrak profesionalnya untuk klub kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura.
Menandai 27 tahun kariernya sebagai pesepak bola pada 2025 ini, Boaz mengaku ada satu laga yang paling berkesan untuknya.
Dikutip dari Youtube Tiento Indonesia, Boaz mengaku bahwa Laga Persipura Jayapura vs Persija Jakarta di Final Liga Djarum Indonesia 2005 merupakan momen yang paling berkesan dan tak mungkin ia lupakan.
“Bagi saya, pertama kali kita juara di 2005 bersama coach Rahmad Darmawan itu kenangan yang tidak bisa terlupakan.”
“Karena sudah lama sekali masyarakat Papua sudah merindukan juara, hampir 20-30 tahun, dan akhirnya kami bisa juara," ujar Boaz.
Boaz pun turut mencetak gol dan membawa tim Mutiara Hitam juara di kandang Macam Kemayoran.
“Itu jadi gol paling berkesan juga sepanjang karier saya selama ini.”
“Saya cetak satu gol ketika kami ketinggalan 1-0 dari Persija, sehingga menjadi 1-1.”
“Gol kemenangan dicetak Ian Louis Kabes, akhirnya kita menang 3-2.”
“Itu buat masyarakat Papua tersenyum dan bahagia,” kenangnya.
Pada pertandingan final yang diadakan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 25 September 2005 silam, Persipura Jayapura berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu dengan sistem silver goal.
Melawan Persija di kandangnya, di hadapan ribuan pendukungnya, tentunya tidak mudah bagi anak-anak Persipura.
Terbukti, sejak menit awal, Persija tampil menekan dan berhasil unggul lebih dulu lewat gol Agus Indra di menit ke-10.
Namun, bukannya tertekan, Persipura malah balik melawan.
Lewat kaki Boaz Solossa, Persipura menyamakan skor di menit ke-18.
Alhasil, hingga turun minum, kedua tim berbagi skor 1-1.
Memasuki babak kedua, tensi panas laga final belum mereda.
Persija yang tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukung sendiri kembali mencetak gol di menit ke-55 lewat kaki Francis Wewengkang.
Persipura menunjukkan mental juara dengan mencetak lagi gol penyama kedudukan di menit ke-88 lewat Korinus Figkreuw.
Dengan skor 2-2 memaksa pertandingan dibawa ke babak tambahan waktu.
Persipura di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan akhirnya memastikan kemenangan lewat gol pemain pengganti Ian Louis Kabes di menit ke-112.
Gelar juara ini merupakan pencapaian yang ditunggu-tunggu oleh Mutiara Hitam, yang akhirnya meraih trofi tertinggi di Liga Indonesia setelah sebelumnya pernah menjuarai divisi perserikatan dua kali, yaitu pada tahun 1979 dan 1993.
Setelah memenangkan trofi Liga Djarum Indonesia 2005, Persipura tercatat sebagai tim tersukses di era Liga Indonesia modern dengan koleksi empat trofi liga.
Susunan Pemain Persipura vs Persija di Final Liga Djarum Indonesia 2005
Persipura
Jendri Pitoy (GK)
Christian Warobay
Jack Komboy
Mauli Lessy
Victor Igbonefo
Ridwan Bauw
Marwal Iskandar
Eduard Ivakdalam (C)
Erick Mabengga
Boaz Solossa
Christian Lenglolo
Cadangan
Ian Louis Kabes
Victor Sergio
Korinus Fingkreuw
Pelatih: Rahmad Darmawan
Persija Jakarta
Hendro Kartiko (GK)
Hamka Hamzah
Aris Indarto (C)
Charis Yulianto
Jaldecir dos Santos
Ismed Sofyan
Agus Indra
Lorenzo Cabanas
Ortizan Solossa
Roger Batoum
Adolfo Fatecha
Cadangan
Francis Wewengkang
Mulki Hakim
Pelatih: Iurie Arcan
Editor : Gratianus Silas