Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Selat Hormuz, Siapa Pemiliknya, Apa Dampaknya bagi Jalur Minyak Dunia?

Weny Firmansyah • 2026-03-05 11:50:30

Ilustrasi selat Hormuz. (GEMINI AI)
Ilustrasi selat Hormuz. (GEMINI AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Selat Hormuz merupakan wilayah yang menjadi sorotan akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Selat ini bukan hanya wilayah biasa karena besar perannya di jalur minyak dunia. Oleh karena itu, mari mengenal Selat Hormuz, dari letak hingga perannya.

 

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang kian meningkat tidak hanya merusak kedua negara tersebut. Potensi terhambatnya jalur minyak dunia juga muncul ketika Selat Hormuz ditutup oleh Iran.

 

Dilansir detikNews, Iran resmi menutup Selat Hormuz sehingga tidak bisa dilewati kapal pada 1 Maret 2026. Beberapa kapal dilaporkan telah menerima transmisi radio dari Garda Revolusi Iran yang menyebut bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.

 

Selat Hormuz, berdasarkan penjelasan di situs resmi Strauss Center, merupakan jalur laut yang sempit dengan lebar hanya sekitar 30 mil di titik tersempitnya. Jalur sempit ini terletak di antara Semenanjung Musandam Oman dan Iran. Selat ini menjadi penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman.

 

Kepemilikan Selat Hormuz ada di bawah Iran. Negeri Para Mullah -julukan Iran- juga mengendalikan 7 dari 8 pulau utama di selat tersebut. Pulau-pulau itu telah dipertahankan Iran sejak tahun 1970-an.

 

Dalam sumber lain berupa artikel jurnal berjudul 'Legalitas Iran dalam Melakukan Penahanan Kapal Asing di Selat Hormuz' yang ditulis oleh Fariz Maudiansyah, dijelaskan bahwa kepemilikan selat ini berkaitan dengan dibentuknya UNCLOS 1982 tentang laut teritorial. Kesepakatan tersebut memperluas laut teritorial suatu negara hingga 12 mil jauhnya dari daratan.

 

Berdasarkan dua penjelasan mengenai kepemilikan pulau di Selat Hormuz dan kesepakatan di atas, maka jalur perairan sempit tersebut dimiliki oleh Iran. Maka dari itu, Iran memiliki hak untuk mengawasi kapal-kapal yang lewat Selat Hormuz.

 

Meski Selat Hormuz sempit, tetapi wilayah ini memiliki peran besar dalam jalur minyak dunia. Karenanya akan menjadi masalah jika Iran menutup selat ini sehingga kapal-kapal tidak bisa melewatinya. Tidak hanya bagi negara penghasil minyak, tetapi juga yang membutuhkannya, seperti Indonesia.

 

Dikutip dari sumber yang sama, Selat Hormuz menjadi rute utama yang dilewati berbagai kapal tanker minyak. Kapal-kapal tersebut setidaknya membawa sekitar seperlima minyak dunia. Jika dijumlahkan, maka kapal-kapal tanker membawa sekitar 19 juta barel minyak bumi melalui selat Hormuz.

 

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi The US Energy Information Administration (EIA), pasokan minyak yang melewati jalur sempit tersebut pernah mencapai 21,4 juta barel setiap harinya pada tahun 2022 sampai 2023. Kemudian pada tahun 2024 dan 2025 perlahan menurun, menyusul munculnya konflik di wilayah Timur Tengah.

 

Jalur minyak dunia melalui Selat Hormuz merupakan rute terbaik untuk mengirimkan minyak bumi dalam jumlah yang besar dan berada di laut. Hal ini berkaitan dengan karakteristik geografinya yang cukup dalam dan lebar untuk dilewati kapal tanker yang besar.

 

Rute melewati Selat Hormuz ini dilewati oleh negara-negara penghasil minyak seperti Kuwait, Arab Saudi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, titik ini menjadi jalur yang dilewati minyak dalam porsi yang besar. Terlebih lagi, belum ada banyak alternatif untuk memindahkan minyak selain melalui selat ini.

 

Ketika Selat Hormuz ditutup, negara-negara pemasok minyak perlu mencari rute lain yang bisa jadi memutar. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penundaan pengiriman dan peningkatan biaya pengiriman. Dua hal tersebut pada akhirnya akan membuat harga minyak dunia menjadi naik.

 

Dengan demikian, selat Hormuz memiliki peran yang penting dalam jalur minyak dunia. Tidak hanya itu, selat ini juga menjadi penjaga kestabilan harga minyak dunia secara tak langsung.

 

Demikian penjelasan singkat mengenai Selat Hormuz, mulai dari letak, kepemilikan, dan perannya di jalur minyak dunia. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Perang Iran Amerika #selat hormuz