Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Api Abadi Mrapen di Grobogan Akhirnya Padam, Pengelola Menduga Saluran Gas Tertutup Lumpur

Weny Firmansyah • 2026-02-02 09:10:13
Api Abadi Mrapen kini padam diduga karena gas tidak mencapai permukaan akibat tersumbat lumpur. (Dok. Kementerian Pemuda dan Olahraga)
Api Abadi Mrapen kini padam diduga karena gas tidak mencapai permukaan akibat tersumbat lumpur. (Dok. Kementerian Pemuda dan Olahraga)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Api Abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak padam dan membuat geger masyarakat.

Pengelola menduga padamnya api legendaris tersebut disebabkan saluran gas yang tertutup lumpur.


Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, menjelaskan bahwa sejak akhir 2025 api sudah terlihat mengecil. Puncaknya, api benar-benar padam pada awal Januari 2026.

“Sebelumnya kami sudah melaporkan pada 28 Desember 2025 bahwa apinya mengecil. Lalu pada 1 Januari sekitar pukul 07.00 WIB saya cek, kondisinya sudah padam. Padahal malam sebelumnya pukul 23.00 masih menyala,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Annas menyebut pihaknya telah memeriksa dua pipa saluran gas yang mengalir ke titik Api Abadi Mrapen.


Ia menduga saluran tersebut tertutup lumpur sehingga tekanan gas tidak mampu mencapai permukaan.

“Masih ada bau gas seperti korek api, tapi sayangnya tertutup lumpur. Karena itu gas yang seharusnya terdorong dari dalam tanah tidak bisa keluar,” jelasnya.


Ia menambahkan, laporan sudah disampaikan kepada Dispora sebagai pengelola, dan rencananya perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pemeriksaan pekan depan.


“Kami tidak berani melakukan penyedotan tanpa riset terlebih dahulu dari ESDM. Jadi langkah selanjutnya menunggu arahan resmi,” kata Annas.


Kabar padamnya Api Abadi Mrapen ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Pada Oktober 2020, api sempat padam dan kembali menyala pada April 2021.

Sekadar diketahui, api Mrapen dijadikan sumber api untuk ajang olahraga atau multi olahraga baik PON, Sea Games, ataupun Asian Games.

Dikutip dari Wikipedia, konon Api Mrapen dianggap sakral dalam budaya Jawa, dan digunakan dalam upacara tahunan Waisak, di mana api ini dibawa ke candi Mendut dan Borobudur bersama dengan air suci dari mata air Umbul Jumprit.

Dimulai dengan GANEFO perdana pada tahun 1963, api Mrapen secara tradisional telah dimasukkan ke dalam kirab obor acara olahraga multi-olahraga yang diselenggarakan di negara ini, seperti Pesta Olahraga Asia Tenggara. Selama kirab obor Asian Games 2018, api Asian Games (yang berasal dari New Delhi, India - kota tuan rumah Asian Games 1951) digabungkan dengan api dari Mrapen dalam sebuah upacara di candi Prambanan. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Api Abadi Mrapen #grobogan #Ceposonline.com