Tinggal dalam hitungan hari lagi kita akan memasuki tahun baru. Momen pergantian tahun sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh para pedagang petasan, mercon dan sebagainya. Namun pemerintah telah melarang perayaan tahun baru, kumpul-kumpul dan sebagainya. Apa kata para pedagang musiman seperti penjual kembang api dan mercon?
Laporan: Yohana
Ya, perayaan malam pergantian tahun, sangat identik dengan pesta kembang api dan petasan yang selalu mewarnai momen pergantian tahun tersebut. namun ditahun 2020 malam pergantian tahun menjadi pertimbangan tersediri, selain ditengah pendemi covid-19, adanya pembatasan keramaian dari pemerintah baik Kota maupun Kabupaten, juga menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas masyarakat.
Hal ini pastinya menjadi dilema bagi para penjual petasan, yang mana setiap tahun selalu menyambut momen pergantian tahun dengan banyak kesiapan, khusus ditahun ini rata-rata kesiapan dikurangi.
Tidak hanya itu, bahkan rata-rata penjualan petasan ditahun ini lebih terlambat dari tahun-tahun lalu, dampak berikutnya lebih pada permintaan konsumen yang lebih slow respon dari tahun-tahun sebelumnya.
Seperti yang diakui, Memet Penjual Petasan di Seputaran Mega Waena menjelaskan dirinya sudah berjualan petasan lebih dari 8 tahun, dimana setiap tahunnya penjualan petasan selalu ramai dibanjiri banyaknya permintaan masyarakat namun khusus di tahun 2020 momennya berbeda.
“Kami sangat merasa sepi pembeli, yang dulunya dari 5 Desember sudah mulai terlihat permintaan kembang api khusus untuk mainan anak-anak, tahun ini kami mulai berjualan saja terlambat yakni (12/12) lalu, permintaan petasan biasanya setiap kali Ibadah Natal pasti anak-anak berburu petasan namun saat ini sepi sekali,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (18/12) kemarin.
Lanjutnya, jika dilihat dengan kondisi saat ini, kembali modal pun rasanya sulit, namun demikian pihaknya tetap optimis untuk dapat mengais rezeki di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia.
“Untuk saat ini penjualan petasan memang belum ramai, kami hanya menyiapkan diri pada malam pergantian tahun, ya biasanya momen terakhir banyak konsumen yang cari petasan, semoga malam pergantian tahun nanti berdampak baik bagi kami para penjual petasan,” tambahnya.
Terkait dengan Izin berjualan petasan, dirinya mengakui karena merupakan distributor resmi, pihaknya sudah mendapat izin langsung namun untuk pejual petasan eceran mulai ramai berjualan di atas tanggal (20/12) mendatang.
Selain itu, Penanggung Jawab distributor Petasan di Kab. Jayapura, Ben menjelaskan tahun ini penjualan petasan memang sepih bahkan dirinya terlambat membuka lapak jualan karena sepih permintaan.
“Ya kami biasanya buka minggu pertama, ini sampai minggu kedua baru mulai berjualan, penjualan juga masih dilayani bagi para pengecer petasan untuk konsumsi umum dari masyarakat masih sepih,” katanya.
Melihat situasi saat ini memang sulit, ditambah lagi selain pandemi Covid-19, peraturan pemerintah terkait larangan keramaian, namun dirinya tetap menyiapkan diri menyambut malam pergantian tahun.
Bahkan pihaknya juga tidak menyipkan petasan dalam jumlah banyak seperti biasanya, melihat situasi dan kondisi adapun petasan yang disiapkan mulai dari harga Rp 60 ribu – Rp 15 juta, sementara untuk kembang api mulai dari harga Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Kami yakin kerja keras tidak akan membohongi hasil, setidaknya kami sudah berusaha pastinya pada momen malam pergantian tahun, permintaan kembang api dan petasan meningkat meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (ana/wen) Editor : Administrator