CEPOSONLINE.COM. JAYAPURA–Pencarian terhadap Rafles Waromi/Fonataba (22) yang tertimbun tanah di lokasi tambang tradisional di kawasan Gajah Putih, Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, hingga Senin (16/2/2026) belum membuahkan hasil.
Pantauan di lokasi kejadian, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh warga bersama aparat TNI-Polri dan tim Basarnas.
Korban diduga tertimbun material tanah saat melakukan aktivitas pendulangan emas bersama rekannya pada Minggu (15/2/2026).
Menurut keterangan seorang warga, Kilion Woniana, korban tertimbun di dalam lubang tambang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 10 meter.
Keterbatasan akses untuk eksavator, sehingga upaya evakuasi dilakukan secara manual dengan menggali kembali tanah yang menutup lubang tersebut.
Karena diameter lubang cukup sempit, hanya dua orang yang dapat turun secara bergantian untuk melakukan penggalian. Tanah hasil galian dimasukkan ke dalam karung, kemudian diangkat ke permukaan menggunakan sistem katrol sederhana.
Kilion, mengungkapkan bahwa proses evakuasi sebenarnya hampir membuahkan hasil pada Minggu malam. Namun hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan tanah kembali ambles dan menimbun lubang.
"Tadi malam sebenarnya sudah hampir dapat, tapi karena hujan deras tanah turun lagi dan menutup lubang. Jadi hari ini kami gali ulang tanah yang baru runtuh," ujarnya.
Hingga saat ini, ratusan karung tanah telah diangkat dari dasar lubang. Para penggali menggunakan tangga untuk turun ke dalam lubang, dengan sistem penahan di setiap tingkat guna menjaga keselamatan.
Proses evakuasi juga menjadi perhatian warga sekitar. Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus membantu proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan dan proses evakuasi masih terus berlangsung (*)
Editor : Agung Trihandono