CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Peristiwa penembakan terhadap warga sipil terjadi di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Kamis (12/2/2016) sekira pukul 11.00 WIT.
Pelaku penembakan diketahui merupakan oknum anggota kepolisian berinisial LR (30).
Insiden tersebut menimbulkan kepanikan warga sekitar, lantaran pelaku sempat menodongkan senjata api kepada sejumlah warga saat berupaya melarikan diri dari kejaran masyarakat.
Kepada Cenderawasih Pos, salah satu saksi di lokasi, Ahmad Rijal (21), yang merupakan keponakan korban Noval Pompente (29), menjelaskan kejadian itu berawal saat pelaku masuk ke dalam rumah korban tanpa sepengetahuan istri korban.
"Begitu istri korban melihat pelaku di teras rumah, ia langsung menelepon korban yang sementara di konter Hp (tempat usaha korban) dengan maksud memberitahukan korban bahwa ada pelaku di rumah dengan raut wajah yang marah," jelas Rijal.
Tak lama berselang, pelaku masuk ke dalam rumah dan langsung menodongkan senjata api berisi peluru ke arah istri korban. Aksi tersebut membuat istri korban berteriak ketakutan.
Lanjut Rizal, saat korban tiba di rumah, ia sempat berusaha melindungi diri dengan mengambil kayu balok. Namun, pelaku tiba-tiba muncul dari dalam rumah sambil memegang senjata api.
Melihat hal itu, korban berusaha melarikan diri ke arah jalan raya. “Tepat di depan pintu rumah, pelaku menembak korban dari belakang,” kata Rijal.
Akibat tembakan tersebut, tangan kiri korban tertembus peluru. Korban kemudian berlari ke warung yang berada di depan rumah dalam kondisi tangan berdarah.
Menurut Rijal, pelaku melakukan aksi tersebut telah direncanakan, karena CCTV milik korban tiba-tiba mati pas kejadian.
Hal ini saksi sampaikan mengingat hubungan pelaku dan korban masih satu keluarga. Pelaku diketahui sering main ke rumah korban sebelum kejadian karena masih ada hubungan darah.
Sementara dua saksi lainnya berinisial U (20) dan S (15), karyawan tempat pencucian mobil di depan rumah korban, mengaku awalnya mengira kejadian tersebut merupakan aksi pencurian.
“"Kita pikir ‘pencuri’, makanya kita teriak pencuri”
“Begitu kita kejar pelaku hingga di belakang rumah korban. Tapi pelaku mengancam kami dengan pistol, melihat hal itu kita langsung terdiam, karena takut mati," jelas kedua saksi.
Kedua saksi menyebutkan pelaku mengenakan pakaian hitam, masker putih dan rambut palsu.
Pelaku kemudian melompati tembok belakang rumah korban dan melarikan diri hingga ke rumah kos, tempat ia akhirnya ditangkap warga.
Sebelum itu, saksi melihat mobil milik korban parkir di samping tempat pencucian mobil tempak saksi berkerja sejak pukul 07.00 WIT.
"Kita melihat mobil pelaku parkir disamping itu (Sambil menunjuk tempat parkir) sekitar pukul 07.00 WIT, mungkin sebelumnya suda di situ," ungkap kedua saksi.
Saksi lain di lokasi yang tak sebutkan namanya mengatakan berdasarkan informasi, pelaku pernah menjadi ajudan dari salah satu PJU di Polda Papua, kemudian pelaku dipindahkan tugas ke pedalaman Papua.
Yang menjadi pertanyaan ucapnya kenapa pelaku masih berada di kota Jayapura?.
"Informasinya pelaku pernah menjadi ajudan dari salah satu pejabat utama di Polda Papua, kemudian pindah ke Papua Pegunungan, tapi ko masih di sini?," ungkapnya.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, tim INAFIS dari Polresta Jayapura Kota melakukan olah TKP dari tempat pelaku menembak korban hingga di rumah kos tempat pelaku tersembunyi dan diamankan serta mengambil keterangan dari para saksi. (*)
Editor : Elfira Halifa