Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Marah Besar, Satu Akademisi Uncen Laporkan 100 Akun Medsos ke Bareskrim

Abdel Gamel Naser • 2025-10-09 09:59:23
Marinus Yaung saat membawa laporannya ke Mabes Polri terkait kasus fitnah yang diterima di media sosial belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM.MARINUS YAUNG)
Marinus Yaung saat membawa laporannya ke Mabes Polri terkait kasus fitnah yang diterima di media sosial belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM.MARINUS YAUNG)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Merasa nama dan keluarganya dicemarkan, salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung melaporkan 100 akun media sosial ke Bareskrim Polda dan juga KPAI.

 

Ia tak terima karena persoalan lama yang sudah diklirkan ternyata diposting kembali.

 

Dan pelakunya disebut salah satu oknum anggota polisi berinisial SR dari Polres Teluk Wondama. Menariknya, persoalan tersebut juga sempat dibahas dalam podcast Denny Sumargo.

 

"Sudah saya laporkan ke Bareskrim Polri dan juga ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Saya meminta dukungan dan rekomendasi mereka sekaligus pemantauan untuk kasus yang saya adukan," tulis Yaung saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (7/10/2025).

 

Ia melapor karena menganggap ada pihak yang menyebarkan berita fitnah keji dan hoax, terhadap dirinya dan juga anak perempuannya.

 

"Pelaku pertama itu anggota Polisi berinisial SR dan saya tegas disini proses hukum harus ditegakkan. Tidak ada lagi pengampunan atau menarik laporan," tegasnya.

 

Dosen Fisip Uncen ini menjelaskan bahwa tudingan terhadap dirinya hingga ia memberanikan melapor adalah ketika menjadi pemateri dalam zoom meeting.

 

Saat itu, tiba-tiba sang anak muncul di bagian belakang. Namun hanya sekejap karena hendak mengambil baju.

 

Moment inilah yang dijadikan bahan dengan menyebut jika ia tengah bersama seorang bocah dan dinarasikan sebagai sosok pedofil.

 

"Itu anak saya dan sudah pernah diklarifikasi. Saya pertegas ke penyidik Bareskrim untuk serius menangani masalah ini sebab kalimat yang menyerang sudah sangat keterlaluan," beber Yaung.

 

 "Sekali lagi saya minta ini diseriusi," tutupnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#media sosial #Ceposonline.com #kota jayapura