JAYAPURA – Saat ini Papua masuk dalam zona merah pada pandemi covid 19. Dengan angka penderita yang tembus 1000 pasien bukan tidak mungkin akan ini akan terus beranjak naik bahkan meledak. Apalagi Wakil Gubernur, Klemen Tinal menyampaikan bahwa angka saat ini belum bisa dibilang puncak pandemi melainkan baru memasuki fase pertama. Pernyataan ini paling tidak menggambarkan bahwa peluang untuk terus bertambah sangat terbuka.
Bahkan Papua bisa mengikuti jejak Surabaya jika ternyata warganya masih bandel. “Itu konsekwensi dan saya pikir kita seperti Surabaya ya bisa saja jika warganya tak mau peduli. Sangat mungkin terjadi,” jelas Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw disela-sela kegiatan di Hotel Aston Jayapura, Senin (8/6). Surabaya sendiri kini statusnya berubah, dari zona merah menjadi zona hitam. Ini tak lepas dari jumlah pasien positif maupun ODP yang naik signifikan.
Akan tetapi ini bukan karena penularan yang muncul mendadak tetap pemerintah setempat gencar melakukan tes rapid dan ternyata banyak yang dinyatakan reaktif sehingga peningkatan jumlah naik signifikan. Nah untuk Papua sendiri jika masyarakat masih tak peduli dengan protokol covid kemudian dilakukan rapid tes maka bisa saja hasilnya sama seperti Surabaya apalagi saat ini Papua masuk dalam peringkat ketiga setelah Jakarta dan Surabaya.
“Saya pikir bisa seperti itu, semakin banyak melakukan tes maka semakin banyak ditemukan dan itu untuk memutus mata rantai. Saat ini semua yang kita temukan begitu banyak dan saya pikir juga kesalahan masyarakat sendiri. Kita kurang disiplin, tidak terlalu menganggap protokoler covid itu penting akhirnya menularan masih terus terjadi,” sindir Johny. Apalagi menurutnya Papua sudah jauh – jauh hari menutup bandara dan pelabuhan namun jika masih ditemukan artinya penlaran lokal telah terjadi dan ini lantaran masih adanya masyarakat yang tak berhati – hati.
“Kehidupan yang baru itu simple saja, kita memulai untuk belajar disiplin dan tertib. Disiplin dengan protokol kesehatan dan tetap peduli. Lalu untuk semuanya kami pikir perlu rambu, salah satunya adalah Perda agar ada dasar dan konsekwensi,” imbuhnya. (ade/wen)
Editor : Administrator