Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM., saat membuka acara Muscab IV Hipmi Kota Jayapura di Hotel Aston Jayapura, Jumat lalu.
JAYAPURA-Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Papua, Dasril Sahari mengatakan, jumlah pengusaha di Papua hanya 1 persen dari jumlah penduduk di Papua. Hal ini dikarenakan, banyak mahasiswa atau masyarakat dalam bekerja tidak banyak yang mau memiliki usaha sendiri, kebanyakan masih ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), masuk LSM, terjun dunia politik dan lainnya.
Untuk itu, dalam hal pertumbuhan pengusaha di Papua, sampai saat ini masih belum maksimal. Padalah di suatu negara atau daerah minimal jumlah pengusahanya 5 persen dari jumlah total penduduk yang ada.
"Jumlah pengusaha di Papua baru 1 persen dari jumlah total penduduk. Harusnya bisa mencapai 5 persen, supaya Papua ini bisa semakin sejahtera,"katanya dalam Muscab IV Hipmi Kota Jayapura, yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura, Jumat lalu.
Untuk itu, Dasril berpesan bagi lulusan sarjana di Papua, jangan minder jika mau berwirausaha, karena jika mengandalkan menjadi ASN, LSM dan politisi, tentu persaingan sangat ketat. Apalagi saat ini yang terus mendorong pertumbuhan perekonomian di suatu daerah dari usaha sektor perekonomian, yang melibatkan peran pengusaha/wirausaha.
"Saya harap pola pikir mahasiswa yang sudah selesai lulus kuliah, bisa menciptakan peluang kerja sendiri, karena ini bisa membantu mengatasi angka pengangguran, dan ini bisa membantu pemerintah dalam hal peningkatan perekonomian,"jelasnya.
Dasril berharap, dari eksistensi Hipmi kabupaten dan kota di Papua nantinya bisa terus terdongkrak naik, sehingga jumlah pengusaha bisa meningkat dari yang 1 persen menjadi 5 persen dari total jumlah total penduduk.(dil/ary)
Editor : Administrator