CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Lebih dari 40.000 peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) telah mengajukan reaktivasi kepesertaan setelah sebelumnya dinonaktifkan.
Langkah ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses jaminan kesehatan, khususnya bagi kelompok penerima bantuan iuran.
Reaktivasi dilakukan agar peserta kembali dapat mengakses layanan kesehatan yang dijamin melalui program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Adapun penonaktifan kepesertaan umumnya terjadi akibat proses pemadanan dan pembaruan data kependudukan maupun verifikasi status kepesertaan.
PBI JKN merupakan segmen peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah, sehingga diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.
Ketika kepesertaan dinonaktifkan, peserta tidak dapat memanfaatkan layanan kesehatan hingga statusnya kembali aktif.
Lonjakan pengajuan reaktivasi ini menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat akses terhadap layanan kesehatan dasar sangat bergantung pada status kepesertaan yang aktif.
Proses reaktivasi sendiri dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, dengan melibatkan verifikasi data dan persyaratan administratif.
Pemerintah terus mendorong pembaruan data yang akurat agar kepesertaan PBI JKN tepat sasaran dan tidak menghambat hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Dengan reaktivasi yang tengah berlangsung, diharapkan puluhan ribu peserta tersebut dapat kembali memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara optimal.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebutkan, pihaknya mencatat lebih dari 40.000 peserta BPJS segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sudah mengajukan reaktivasi setelah sempat dinonaktifkan kepesertaannya.
“Sekarang ini sekitar 40 ribu lebih yang sudah reaktivasi dari 11 juta peserta yang dinonaktifka,” kata Gus Ipul usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menko PM Muhaimin Iskandar di Jakarta seperti dikutib dari Jawapos.com.
Gus Ipul menyebutkan, dari 40.000 peserta yang melakukan reaktivasi, 2.000 di antara telah beralih ke skema pembayaran mandiri karena sudah merasa mampu.
“Dari 11 juta itu sudah ada 40.000 lebih yang melakukan reaktivasi. 2.000 di antaranya beralih ke mandiri,”terangnya.
Meski banyak peserta melakukan reaktivasi, Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tetap akan melakukan ground check atau pengecekan di lapangan bagi 11 juta PBI BPJS yang dinonaktifkan.
"Tetap kita lakukan ground check, hal ini untuk memastikan apakah penerima manfaat tersebut bisa terus lewat mandiri atau juga nanti beralih ke PBI lagi. Jadi itu semua terus kita lakukan setiap satu bulan ya, yang mudah-mudahan ini makin akurat data kita,”tutupnya. (*).
Editor : Yohanes Palen